Demi Perdamaian, Imam Besar Ghana Ini Hadiri Misa Katolik
citinewsroom
News

Demi Perdamaian, Imam Besar Ghana Ini Hadiri Misa Katolik

Dina
Selasa, 14 Mei 2019 15:33 WIB 14 Mei 2019, 15:33 WIB
Imam besar di Ghana, Sheikh Osman Sharubutu (100) menjadi sorotan publik lantaran menghadiri misa di Gereja Katolik Kristus Raja di Ghana. Sebagian Publik menyebut bahwa langkah itu sebagai "memberikan cahaya dalam kegelapan".

Sementara itu, ada juga beberapa publik yang beranggapan bahwa apa yang dilakukan Osman tidak pantas. Menanggapi pernyataan tersebut, Osman pun menegaskan bahwa ia tidak berpartisipasi dalam ibadah di Gereja tersebut.

Osman menghadiri acara tersebut demi perdamaian dan cinta. "Imam mengubah narasi tentang Islam dari agama kejahatan, agama konflik, agama kebencian terhadap orang lain, menjadi agama yang misinya berakar pada kebajikan cinta, kedamaian, dan pengampunan." ujar juru bicara Osman, Aremeyao Shaibu.

Osman sendiri sudah menjadi ulama terkemuka selama 26 tahun di Ghana. Osman sering menegaskan bahwa prinsip utama agama Islam berakar dalam kedamaian dan juga cinta.

Ia bahkan kerap mengulang pesan tersebut secara berulang-ulang saat khotbah sholat Jumat. Ayat favorit Osman di dalam Alquran ialah sebuah pesan yang berisi anjuran untuk menciptakan masyarakat dengan suasana yang damai.

"Allah tidak melarang Anda menunjukkan kebaikan, dan berdagang secara adil kepada mereka yang tidak melawanmu dalam agama dan tidak mengusirmu dari rumahmu. Allah mencintai pedagang yang adil."

Ghana sendiri merupakan negara mayoritas Kristen dengan 18 persen penduduknya adalah beragama Islam. Dalam sejarahnya, Ghana tidak memiliki perang antaragama yang besar.

Dengan dana pribadinya, Osman terbiasa mendanai biaya pendidikan anak-anak berbakat yang kurang mampu. Osman bahkan pernah menegur para pemuda muslim yang menyerang gereja di Accra.

Kemarahan tersebut dipicu karena seorang pastor yang memprediksi sang imam bakal meninggal dunia dalam 12 bulan kedepan. Namun, Osman meminta agar para pemuda tersebut memaafkan pastor itu hingga akhirnya suasana menegangkan berhasil diredakan olehnya.
    Indozone Media
    Indozone Media

    Dina

    Editor