Anies: Kondisi di Pintu Air Manggarai Normal
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
News

Anies: Kondisi di Pintu Air Manggarai Normal

Sudah diatasi.

Jumat, 21 Februari 2020 08:56 WIB 21 Februari 2020, 08:56 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan kondisi ketinggian air di beberapa aliran sungai di Jakarta dalam kondisi normal. 

"Kita bersyukur bahwa permukaan air laut itu landai, sehingga ciliwung bisa dikosongkan, bisa dialirkan, kali di Manggarai dikosongkan sehingga insya Allah siap untuk mengantisipasi air yang datang dari kawasan hulu," kata Anies di GOR UNJ Jakarta, Kamis (20/2/2020).

"Kondisi di Manggarai saat ini siaga 4, jadi normal," tutur Anies.

Menurut Anies, peningkatan debit air sempat terjadi di Sungai Katulampa, Bogor, Jawa Barat. Kata dia, ketinggiannya mencapai 150 cm atau memasuki siaga 3.

"Di Katulampa itu ketinggian pagi tadi 150cm selama dua jaman. Debit air itu kemungkinan akan sampai di Jakarta sekitar jam 4 sore tadi," tuturnya.

Dia menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat DKI yang berada di bantaran sungai. Warga diminta untuk waspada karena adanya debit air yang berasal dari hulu.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, M Insaf, menyebutkan ada sekitar 46 RW dari 12 kecamatan dan 21 kelurahan di Jakarta yang terendam. Data itu berdasarkan catatan hingga pukul 15.00 WIB. 

"RW ada  48 yang tersebar di 12 kecamatan dan 21 kelurahan," kata M Insaf, Kamis (20/2/2020).

Insaf menerangkan, daerah Jakarta Barat menjadi wilayah yang terdampak banjir paling besar, yakni 17 RW dengan ketinggian 5-40 cm. Selanjutnya Jakarta Timur, ada 16 RW dengan ketinggian banjir 5-250 cm. 

Adapun Jakarta Pusat hanya ada satu RW dengan ketinggian genangan 10 cm. Untuk Jakarta Utara juga hanya satu RW dan ketinggian airnya antara 5 hingga 15 cm. Sementara itu, Jakarta Selatan ada 13 RW dengan ketinggian air antara 20 hingga 150 cm. 

"Penyebab banjir karena curah hujan tinggi, luapan Kali Ciliwung dan Pesanggerahan," ujarnya. 

Hujan melanda wilayah Bogor, Jawa Barat, sejak beberapa hari terakhir membuat ketinggian air Sungai Ciliwung dan Sungai Cileungsi meluap. Akibat hujan dengan intensitas tinggi itu membuat sejumlah wilayah di Jakarta terkena banjir. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Ivanrida
Murti Ali Lingga
Fauzi

Fauzi

Editor
Ivanrida

Ivanrida

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU