The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ibu Ungkap Momen Anak Pejabat Polda Kaltara Aniaya Anaknya: Pelatih Aja Takut Sama Dia
Ilustrasi pemukulan. (Freepik/Macrovector)
News

Ibu Ungkap Momen Anak Pejabat Polda Kaltara Aniaya Anaknya: Pelatih Aja Takut Sama Dia

Ibu Ungkap Momen Anak Pejabat Polda Kaltara Aniaya Anaknya

Selasa, 15 November 2022 20:03 WIB 15 November 2022, 20:03 WIB

INDOZONE.ID - Yusna, ibu dari korban berinisial FC membeberkan detik-detik saat anaknya dianiaya oleh RC, pemuda yang diduga anak dari salah satu pejabat Polda Kalimantan Utara (Kaltara). Disebutkan bahwa RC adalah sosok yang ditakuti oleh pelatih PTIK karena berstatus sebagai anak Kombes.

Awalnya, Yusna berbicara terkait anaknya yang takut melaporkan kasus penganiayaan ke polisi. Dia mengaku anaknya ketakutan lantaran pelaku merupakan anak dari seorang polisi berpangkat Kombes.

"Dia (pelaku) mau habisi anak saya, makannya anak saya ketakutan," kata Yusna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Yusna mengungkap jika pelatih di PTIK bahkan takut dengan RC.

"Dia (FC) jawab ‘anak itu anak Kombes Bu, pelatih aja takut sama dia,’” beber Yusna.

PTIK
Yusna, orang tua yang anaknya dianiaya anak pejabat Polda Kaltara di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

Baca Juga: Anak Pejabat Polda Kaltara Diduga Aniaya Anak Warga Sipil di PTIK, Ibunya Lapor Polisi

Lebih jauh Yusna menyebut jika RC kerap membuat masalah di PTIK. Setiap membuat masalah, RC selalu membawa-bawa sosok ayahnya.

"Karena di mana-mana dia membuat masalah, dia selalu membawa nama anak Kombes ‘saya ini anak Kombes’," kata Yusna.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda berinisial FC dihajar rekannya sendiri saat mengikuti kursus pelatihan agar lulus Akpol di PTIK, Jakarta Selatan. Penganiayaan ini diawali saat korban menggunalan topi pelaku.

Baca Juga: Hadir di Acara Makan Malam G20, Megawati dan SBY Duduk Semeja

Pelaku yang mengaku sebagai anak salah satu pejabat Polda Kaltara ini bertindak arogan menganiaya korban di dalam PTIK. Tak sampai disitu, korban juga diancam akan dihabisi di luar PTIK.

Tak terima, pihak keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US