Jiwasraya Rugikan Negara Rp13,7 T, Demokrat Tantang Firli Bahuri
Logo Jiwasraya di kantornya di Jalan Juanda, Jakarta. Pihak Demokrat pun menantang Firli Bahuri untuk turut menyelidiki persoalan tersebut (Antara/Galih Pradipta).
News

Jiwasraya Rugikan Negara Rp13,7 T, Demokrat Tantang Firli Bahuri

Minggu, 29 Desember 2019 14:22 WIB 29 Desember 2019, 14:22 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin, menantang Firli Bahuri selaku Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ikut mengusut kasus PT. Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun.

Didi menganggap kasus Jiwasraya bisa menjadi wadah Firli dan jajaran pimpinan baru KPK membuktikan kapasitas. Selama ini publik meragukan, karena latar berbagai kontroversi yang tertuju ke para petinggi anyar lembaga antirasuah.

"KPK harus buktikan. Selama ini KPK banyak orang bertanya-tanya, ini KPK dengan dipimpin oleh Bapak Firli (Bahuri) mampu atau tidak mengatasi persoalan korupsi di negeri ini," kata Didi di Jakarta Pusat, Minggu (29/12).

Didi menilai kasus Jiwasraya merupakan masalah besar bagi negara. Perlu sinergi antara semua lembaga hukum untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Mari keroyok saja kasus ini karena menyangkut nasib jutaan nasabah dan nasib pemerintahan Jokowi ke depan," tutur Didi.

Kasus Jiwasraya

Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12). (Antara/Galih Pradipta)
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12). (Antara/Galih Pradipta)

Kebobrokan Jiwasraya mulai terendus pada Oktober 2018. Perusahaan asuransi pelat merah itu menunda pembayaran klaim produk asuransi Saving Plan, senilai Rp802 miliar. 

Produk Saving Plan disalurkan Jiwasraya ke sejumlah bank, antara lain ANZ Indonesia, Standard Chartered Indonesia, BRI, KEB Hana, QNB Indonesia, Victoria, dan BTN.

Pihak Jiwasraya sempat menyatakan pemenuhan pendanaan untuk pembayaran. Akan tetapi, statusnya masih diproses. 

Jiwasraya menawarkan pemegang polis memperpanjang jatuh tempo (roll over) hingga satu tahun ke depan. Sayangnya persoalan tak kunjung usai dan perusahaan menyatakan tak sanggup memenuhi kewajiban.

Jiwasraya pun akhirnya curhat masalah perusahaan ke DPR pada 16 Desember 2019. Perusahaan butuh dana Rp32,98 triliun untuk memperbaiki permodalan.  

Jaksa Agung ST Burhanuddin angkat bicara terkait masalah Jiwasraya. Dia menaksir potensi kerugian negara dari aktivitas bisnis itu mencapai Rp13,7 triliun. 

Nilai Rp13,7 triliun merupakan klaim yang harus dibayarkan ke sekitar 17.000 nasabah pemegang polis Saving Plan. Namun, angka itu diperkirakan terus bertambah karena Kejagung belum selesai melakukan penyidikan.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Fauzi
Ivanrida
Fauzi

Fauzi

Editor
Ivanrida

Ivanrida

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US