Cara Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat saat Pandemi Corona
Pemerintah akan menyalurkan insentif berupa bantuan langsung tunai (BLT) untuk mendorong daya beli masyarakat ditengah pandemi virus corona (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
News

Cara Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat saat Pandemi Corona

Ada berbagai macam stimulus.

Rabu, 08 April 2020 11:51 WIB 08 April 2020, 11:51 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah sudah menyiapkan berbagai macam stimulus senilai Rp405,1 triliun, untuk meredam dampak ekonomi dan sosial dari adanya pandemik virus corona (Covid-19) di Indonesia. 

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani, mengungkapkan skenario ekonomi yang akan ditempuh pemerintah adalah melalui pemberian stimulus bagi masyarakat miskin atau rentan, berupa pemberian paket program keluarga harapan (PKH). Stimulus lainnya, yaitu kartu sembako dan program kartu prakerja. 

Askolani merinci, anggaran stimulus dalam program PKH dinaikkan dari Rp29,13 triliun menjadi Rp37,4 triliun. Dipastikan sebanyak 10 juta penerima manfaat dari program ini akan mendapatkan dana dobel dari jumlah yang diterima sebelumnya. Hal itu karena pembayaran PKH di triwulan kedua dimajukan. 

Ia merinci, besaran manfaat yang akan diterima dari PKH tersebut masing-masing sebagai berikut:

  1. Ibu Hamil: Rp3 juta pertahun
  2. Anak usia dini: Rp3 juta pertahun
  3. Siswa SD: Rp900 ribu pertahun
  4. Siswa SMP: Rp1,5 juta pertahun
  5. Siswa SMA: Rp2 juta pertahun
  6. Disabilitas: Rp2,4 juta pertahun
  7. Lansia: Rp2,4 juta pertahun

"Untuk PKH akan diekspan satu triwulan tambahan khusus April sampai 3 bulan setelahnya. Dia akan ditambah satu triwulan sehingga yang diterima oleh PKH menjadi dobel," ujar Askolasi, Rabu (8/4/2020). 

Adapun stimulus kartu sembako, Askolani mengungkap pemerintah menganggarkan Rp43,6 triliun dari sebelumnya Rp28,08 triliun. Besaran nilai manfaat yang diterima masing-masing keluarga juga akan naik dari Rp150.000 pada Januari-Maret 2020, menjadi Rp200.000 pada Maret-Desember 2020.

"Bantuan disalurkan secara nontunai dengan sistem perbankan, kemudian dapat digunakan untuk memperoleh kebutuhan pokok yang bernutrisi. Jadi bisa dibelanjakan kebutuhan pokok seperti beras, telur dan makanan bergizi lainnya," tuturnya. 

Presiden Jokowi ketika memperlihatkan kartu prakerja ketika berorasi dalam kampanye terbuka di Jalan Arteri Supadio, Kalimantan Barat, Rabu (27/3/2019). (ANTARA NEWS/Jessica Helena Wuysang)
Presiden Jokowi ketika memperlihatkan kartu prakerja ketika berorasi dalam kampanye terbuka di Jalan Arteri Supadio, Kalimantan Barat, Rabu (27/3/2019). (ANTARA NEWS/Jessica Helena Wuysang)

Selanjutnya program kartu prakerja, anggaran yang disiapkan Rp20 triliun. Anggaran ini digunakan untuk memberikan bantuan bagi pencari atau yang terkena PHK akibat virus corona. Kemudian juga diperuntukkan bagi pekerja formal atau informal dan pelaku usaha mikro kecil yang terdampak. Jumlah penerima manfaat ditaksir 5,6 juta orang. 

"Jika ada yang pekerja yang di-PHK atau dirumahkan, maka ada PMO yang akan menangani melalui kartu pra kerja, diputuskan anggaran kartu pra kerja yang awalnya Rp10 triliun ditambah Rp10 triliun jadi Rp20 triliun," sambungnya.

Askolani optimistis, jika skenario ini berjalan baik, pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga di tengah banyaknya tekanan akibat wabah virus corona. Dia juga menegaskan bahwa paket-paket stimulus ini adalah penjabaran dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang belum lama ini ditandatangani Presiden Joko Widodo. 

"Tentunya implementasi kebijakan ini akan mendukung daya beli masyarakat sehingga konsumsi rumah tangga akan meningkat dan dampaknya juga ke ekonomi (pertumbuhan ekonomi)," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
Ivanrida
Sigit Nugroho
Ivanrida

Ivanrida

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US