The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bela Palestina, Pemerintahan Kim Jong Un Kutuk Israel Karena Membantai Anak-anak
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (KCNA/via REUTERS).
News

Bela Palestina, Pemerintahan Kim Jong Un Kutuk Israel Karena Membantai Anak-anak

Sebut Gaza sebagai rumah jagal.

Selasa, 08 Juni 2021 14:46 WIB 08 Juni 2021, 14:46 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Korea Utara yang dipimpin Kim Jong Un mengutuk Israel karena mengubah Jalur Gaza menjadi rumah jagal manusia yang besar dan tempat pembantaian anak-anak. Pernyataan tersebut dilontarkan pasca konflik kekerasan terbaru antara Palestina dan Israel beberapa Mei lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (4/6/2021) lalu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan "kejahatan mengerikan Israel membunuh anak-anak seperti tunas, belum berkembang, merupakan tantangan berat bagi masa depan umat manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan."

"Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa seluruh Jalur Gaza telah berubah menjadi rumah jagal manusia yang besar dan tempat pembantaian anak-anak," lanjut kementerian tersebut mengutip dari Newsweek.

"Segera setelah pemboman berakhir, [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu dan pihak berwenang Israel berusaha menyembunyikan kejahatan mereka dengan membunuh bahkan anak-anak," lanjutnya.

Baca Juga: Viral Pria Dapat 13 Undangan Nikah dalam Waktu Bersamaan, Netizen Khawatirkan Dompetnya

Ia menambahkan bahwa outlet berita internasional sangat mengutuk Israel karena terus membantai anak-anak, menunjuk Israel sebagai penyebab pengusiran warga Palestina, perluasan pemukiman ilegal dan menabur benih kebencian dengan menekan upacara doa damai mereka.

Pernyataan kerajaan pertapa itu datang pada 4 Juni, yang ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Internasional Anak-anak Tak Bersalah Korban Agresi, untuk menandai "tindakan agresi" Israel terhadap "sejumlah besar korban anak-anak Palestina dan Lebanon yang tidak bersalah" pada Agustus 1982.

Korea Utara telah lama mengakui kedaulatan Palestina atas semua wilayah yang dikuasai Israel, tidak termasuk Dataran Tinggi Golan. Pyongyang menganggap Israel sebagai "satelit imperialis" yang bertentangan dengan ideologi anti-imperialis dan anti-kolonialis rezimnya sendiri. Selama beberapa dekade, rezim keluarga Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un telah memihak kelompok militan Palestina termasuk Hamas.

Pada 1990-an, mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong Il membantu mantan duta besar Palestina untuk Korea Utara Mustafa Safarini dengan perawatan kesuburan setelah mengembangkan hubungan dekat dengan pejabat tersebut, menurut NK News.

Sementara ideologi mereka selaras, solidaritas Pyongyang dengan gerakan pembebasan Palestina juga telah membuat kerajaan pertapa itu memiliki hubungan diplomatik dengan kawasan Arab.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US