The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kapolri Minta Jajaran Terjun Langsung ke Masyarakat: Bukan Lagi Anak Buah Layani Pimpinan!
Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
News

Kapolri Minta Jajaran Terjun Langsung ke Masyarakat: Bukan Lagi Anak Buah Layani Pimpinan!

Sebuah teguran keras.

Rabu, 12 Januari 2022 12:30 WIB 12 Januari 2022, 12:30 WIB

INDOZONE.ID - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta adanya perubahan budaya di institusi Polri dengan tujuan untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. Bahkan, dia meminta jajaranya untuk terjun langsung ke masyarakat dan memberi pelayanan ke masyarakat, bukan hanya ke pimpinannya.

"Budaya yang harus diperbaiki karena warisan lama mungkin sudah tak cocok. Bukan lagi anak buah layani pimpinan," kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Jenderal Sigit meminta jajaranya untuk terjun di tengah masyarakat. Sigit meminta jajarannya untuk mendengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang ada di masyarakat.

"Datang ke masyarakat dengarkan apa yang mereka inginkan. Bila perlu kumpul masyarakat tingkat Polsek, Polres, Polda sehingga tahu apa yang harus ditingkatkan. Akan muncul trust dari masyarakat," beber Sigit.

Mengenai pelayanan pengaduan masyarakat, Eks Kabareskrim Polri ini juga memerintahkan jajarannya agar merespon cepat setiap adanya pengaduan dari masyarakat.

"Layani dengan cepat pengaduan. Sehingga masyarakat mengetahui kita melakukan respons apa yang mereka keluhkan. Cek apakah itu berjalan atau belum. Karena ini tidak mudah. Mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan," kata Sigit.

Lebih jauh pimpinan tertinggi Polri ini juga meminta adanya evaluasi atau berbenah terkait adanya anggota yang tidak sejalan dengan kode etik saat melayani masyarakat. Dia juga meminta anggota tersebut untuk diganti dengan anggota lainnya.

"Kita tak ingin anggota kita selama ini telah bekerja keras kemudian ada masalah hanya gara-gara kita tak memberikan bimbingan. Sehingga salah jalan terpengaruh lingkungan salah, terus menjadi korban. Apalagi pelanggaran itu dilakukan bersama dan terorganisir," papar Sigit.

"Lakukan perbaikan, apabila tak mampu bersihkan dan evaluasi. Karena banyak anggota kita yang siap kerja dan tak rela kalau institusi kita dirusak oknum yang tak bisa memahami harapan organisasi dan masyarakat," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US