The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Presiden Jokowi Ingin Para Rektor Perhatikan Urusan  Makan Mahasiswa
Presiden RI Jokowi berbicara pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Senin (13/9/2021). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)
News

Presiden Jokowi Ingin Para Rektor Perhatikan Urusan Makan Mahasiswa

Rabu, 15 September 2021 09:39 WIB 15 September 2021, 09:39 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo diketahui sedang berada di Solo untuk melakukan serangkaian kunjungan kerja, salah satunya kunjungan ke Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (14/9) dalam rangka menghadiri Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. 

Saat memberikan kata sambutan di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Presiden menyampaikan beberapa poin penting. Salah satu poin yang disinggung Jokowi yakni meminta para rektor memperhatikan makanan bagi mahasiswa agar terhindar dari penyakit.

"Urusan makan mahasiswa itu harus dicek betul. Mohon maaf saya ingat di UGM (Universitas Gadjah Mada) di Yogya, dahulu sering sekali mahasiswa terkena penyakit bareng-bareng, apa Pak Rektor? Hepatitis, banyak. Kemudian apa ini tifus," kata Presiden Jokowi, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9).

"Karena apa? Warung-warung makan mahasiswa yang saya juga dahulu mengalami kalau mencuci piringnya di ember, airnya satu ember dipakai pagi sampai tengah malam. Berikan mereka air mengalir, mahasiswa kita jadi membawa penyakit semuanya," sambungnya.

Menurut Presiden Jokowi, akan percuma mahasiswa cerdas tetapi tidak sehat.

"Itu hal-hal yang kecil. Akan tetapi, percuma orang sepintar apapun kalau tidak sehat untuk apa? Yang tadi saya sampaikan unggul dan utuh. Sekali lagi tanggung jawab rektor, ya, di dalam kampus, ya, di luar kampus," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi mengungkapkan tugas universitas adalah melahirkan mahasiswa yang unggul & utuh.

"Tugas rektor dan seluruh jajarannya bukan hanya mendidik mahasiswa di kampus saja, apalagi hanya di kelas. Hati-hati mengenai ini karena menjadi tugas para rektor dan jajarannya yang berkaitan dengan yang di luar kampus," sambungnya.

Meski di dalam kampus mahasiswa dididik mengenai budi pekerti, bisa saja di luar kampus mahasiswa mendapat didikan menjadi pecandu narkoba.

"Kita kalau tidak bisa menjangkau ke sana bagaimana? Di dalam kampus dididik mengenai Pancasila, kebangsaan, di luar kampus ada yang didik mahasiswa kita jadi ekstremis garis keras, jadi radikalis garis keras. Untuk apa?" pungkas Jokowi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Silvia Marissa
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US