The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Heboh Profesor Hadi Pranoto, Ini Makna Profesor Sebenarnya, Tak Ada Profesor Freelance
Kiri: Hadi Pranoto. (instagram/@duniamanji). Kanan: Ilustrasi seorang profesor. (What's Trending)
News

Heboh Profesor Hadi Pranoto, Ini Makna Profesor Sebenarnya, Tak Ada Profesor Freelance

Selasa, 04 Agustus 2020 14:59 WIB 04 Agustus 2020, 14:59 WIB

INDOZONE.ID - Sejak jadi narasumber Anji, dalam video yang diunggah di YouTube dengan judul "Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!", nama Hadi Pranoto jadi perbincangan netizen.

Pria yang disebut bergelar profesor ini mengklaim sudah menemukan obat Covid-19. Dalam video yang diunggah Anji di kanal YouTube-nya, Hadi Pranoto mengaku sebagai pakar mikrobiologi.

Namun, data atau informasi tentang Prof. Hadi Pranoto sangat sulit ditemukan di mesin pencarian Google atau internet.

"Nama Prof. Hadi Pranoto sulit sekali di cari di internet. Ada tapi sedikit sekali. Padahal sejak bulan Mei beliau sudah menemukan Antibodi Covid-19 ini," tulis Anji dalam keterangan video yang dirilis pada Jumat (31/7/2020).

Keterangan rinci tentang sosok Hadi Pranoto memang sulit untuk dicari. Namun, di depan Anji, Hadi mengaku telah menemukan obat Covid-19 lewat penelitian yang dilakukannya.

"Alhamdulillah sudah ribuan orang yang kita sembuhkan. Yang sudah terinfeksi maupun masih gejala, dan juga pencegahan, sudah kita berikan herbal Antibodi Covid-19 ini. Alhamdulillah semuanya sembuh dan sehat," ungkapnya kepada Anji.

Dilihat dari laman resmi data dosen pddikti.kemdikbud.go.id, nama Hadi Pranoto memang ada ditemukan, namun tak ada nama yang menekuni bidang Mikrobiologi.

Rupanya, gelar yang dipakai Hadi Pranoto, yaitu profesor membuat seorang warganet angkat bicara dan menjelaskan apa itu profesor.

Lewat akun Twitter-nya tey_saja, warganet bernama Terry Perdanawati ini menjelaskan bahwa profesor adalah jabatan fungsional bukannya gelar akademik.

"Gara2 video yg ada “profesor” itu aku jd sadar klo msh bnyk yg belum tau klo profesor itu jabatan fungsional, bukan gelar akademik," tulis Terry mengawali threadnya.

"Jd klo org bilang dia profesor berarti logikanya dia berafiliasi dgn kampus & bs dicari infonya di kampus tersebut. Gak ada profesor freelance," sambungnya.

Lewat thread itu, Terry juga menjelaskan bahwa gelar akademik itu seperti sarjana (S1), master (S2), dan doktor (S3). Gelar itu kata Terry di dapat dari proses kuliah hingga lulus.

"Lebih jelasnya gini. Gelar akademik tuh misalnya: sarjana (S1), master (S2), dan doktor (S3). Dpt gelar itu ya caranya lulus kuliah S1/S2/S3 dpt ijazah. Gelar akademik ini melekat sampai kpn pun. Mau nganggur aja di rmh pun kalau dia lulusan S3 ya dia doktor. Ibaratnya gitu," tambahnya.

Sedangkan profesor kata Terry, adalah jabatan fungsional yang sudah memenuhi syarat untuk diangkat sebagai guru besar (profesor). Dia pun menjelaskan, untuk mencapai jabatan ini, seseorang harus memenuhi syarat, seperti penelitian dan publikasi hasil penelitian.

"Sedangkan profesor ini jabatan fungsional. Dia adlh dosen yg sudah memenuhi syarat utk diangkat sebagai guru besar (profesor). Jd ya kudu dosen," jelasnya.

Terry menambahkan, jika di luar negeri, orang yang mengemban jabatan sebagai profesor bisa saja melakukan penelitian penuh dan tidak mengajar di kampus. Berbeda dengan Indonesia, yang harus mengajar hingga mengabdi ke masyarakat.

Dia pun menjelaskan, penyebutan profesor biasanya akan diikuti bidang ilmu dan dari universitas mana berasal.

"Makanya penyebutannya sering kali gini: Prof X, Guru Besar Ilmu Blablabla, Universitas Apalahgitu," tulisnya.

"Karena memang afiliasinya ke kampus tersebut. Kampus itu yg mengajukan si calon profesor utk dilantik jd profesor/guru besar setelah memenuhi syarat," tambahnya.

Dengan penyebutan lengkap nama seorang profesor kata Terry, orang-orang jadi tau bahwa profesor itu ahli di bidang apa. Selain itu juga, menurut Terry, ketika nama profesor di ketik di mesin pencarian Google, maka akan banyak informasi tentang jejak akademiknya.

"Krn memang profesor ya gitu, pasti punya karya (penelitian) yg terpublikasi.  Udah gitu, mestinya ada beritanya jg pernah jd promotor penelitian seorang doktor. Lha apa lah gunanya punya profesor di kampus kalau gak membantu calon doktor utk penelitian?" sambungnya.

Terry pun menambahkan, profesor yang jejak akademiknya tidak ketemu, bisa saja itu profesor tidak jelas. Dia juga menjelaskan, jabatan profesor tidak akan dipakai lagi, jika orang tersebut mengundurkan diri atau pensiun.

"Tapi seperti yg udah ku bilang di awal, gelar akademik (S1/S2/S3) akan tetap melekat sampai kapan pun. Jd udah gak profesor ya tetap Doktor. Maka tetap akan disebut sebagai Doktor X," sambungnya.

Warganet ini pun mengungkapkan, cara yang paling cepat untuk mengetahui seseorang itu profesor atau bukan ialah dengan mencari penelitiannya yang terpublikasi di jurnal.

"Jd gampangannya mah kalau mau tau seseorang beneran profesor apa bukan ya emang jalur pertamanya adalah cari penelitian yg terpublikasi di jurnal. Wajib bgt lah gak mungkin enggak. Wong ini syarat jhe. Jalur kedua, cari lembaga afiliasinya (kampus atau litbang & yg sejenis)," tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Putri
Zega

Zega

Editor
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US