The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Harga Vaksin Rp146 Ribu, Komisi IX: Jangan Ada Mafia Kesehatan
Ilustrasi vaksin virus corona (SKYNEWS)
News

Soal Harga Vaksin Rp146 Ribu, Komisi IX: Jangan Ada Mafia Kesehatan

Vaksin Covid-19

Kamis, 23 Juli 2020 09:50 WIB 23 Juli 2020, 09:50 WIB

INDOZONE.ID - PT Bio Farma tengah menguji klinis tahap III dari vaksin untuk virus Corona atau Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech asal Tiongkok. Pihak Bio Farma pun memperkirakan kalau harga vaksin berkisar antara Rp73 ribu hingga Rp146 ribu.

Lantas mahalkah harga vaksin Covid-19 yang dengan maksimal sebesar Rp146 ribu tersebut? Anggota Komisi IX Muchamad Nabil Haroen mengatakan untuk saat ini tidak bisa dibilang mahal ataupun murah karena belum terdapat pembanding.

"Maka, kita tidak bisa bilang mahal atau murah. Kalau ada perbandingan, kita bisa sampaikan. Harga itu kan relative, terkait supply dan demand, juga terkait kondisi yang ada," ucap Nabil kepada Indozone, Kamis (23/7/2020).

Politikus PDI Perjuangan ini pun mengimbau masyarakat mendukung langkah-langkah pemerintah yang kini tengah menguji vaksin Sinovac. Namun, ia juga mengingatkan agar tidak ada mafia kesehatan dalam hal tersebut.

"Tapi, jangan sampai ada mafia kesehatan. Juga, dalam konteks pengadaan vaksin Sinovac, yang bekerjasama secara langsung dengan Biofarma," ungkapnya.

"Nah, dari progres itu, Biofarma harus memberi laporan atau informasi ke publik secara detail dan teratur, agar tidak ada kesalahpahaman ataupun mispersepsi. Tapi, jangan sampai ada mafia kesehatan, yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan besar di tengah pandemi," tambahnya.

Lebih lanjut, Nabil pun mendorong pemerintah untum memberdayakan riset-riset kesehatan di Indonesia. Pemerintah harus memberi ruang dan mengapresiasi kampus-kampus dan lembaga riset yang telah mencipta produk, baik alat kesehatan, vaksin maupun obat herbal.

"Pemerintah harus mendukung agar riset-riset dan produknya, bisa diterima di publik sesuai dengan standar kesehatan internasional. Kita punya potensi besar yang harus dimaksimalkan, jangan sampai Indonesia hanya jadi pasar produk dari negara lain," tutup Nabil.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Dinno Baskoro
Sarah Hutagaol

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US