The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kim Jong-un Memperingatkan Joe Biden Bahwa AS Musuh Utama Korea Utara
Kim Jong-Un ( KCNA/via REUTERS)
News

Kim Jong-un Memperingatkan Joe Biden Bahwa AS Musuh Utama Korea Utara

Kamis, 14 Januari 2021 09:35 WIB 14 Januari 2021, 09:35 WIB

INDOZONE.ID - Kim Jong-Un mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden terpilih Joe Biden, setelah membual tentang ekspansi militer massal.

Diktator telah menghabiskan waktu berhari-hari untuk menegaskan rencananya untuk kekuatan militer maksimum dan pencegahan perang nuklir yang lebih besar di konferensi partai.

Dianggap sebagai salah satu acara politik terbesar negara, Kongres Partai Buruh adalah kongres terpanjang kedua dalam sejarah.

Pemimpin Tertinggi sangat ingin mengambil kesempatan untuk mengintimidasi Joe Biden hanya seminggu sebelum pelantikan resminya, karena Kim mengumumkan rencana besar untuk mengembangkan persenjataan senjata nuklir baru yang canggih.

Dilansir dari The Sun, pada pertemuan tersebut, Kim Jong-un berjanji untuk memulai ekspansi besar-besaran dari kemampuan nuklir mereka, penelitian yang ketat dalam teknologi militer dan produksi satelit pengintai militer.

Pemimpin Korea Utara kemudian mencap AS, penghalang fundamental bagi perkembangan revolusi kami dan musuh utama kami yang paling utama.

"Niat sebenarnya dari kebijakannya terhadap DPRK tidak akan pernah berubah, siapa pun yang berkuasa," ujar Kim Jong-un.

Hal ini terjadi karena ketegangan antara kedua negara terus sangat tidak stabil, sementara Kim secara konsisten menjuluki AS sebagai "musuh bebuyutan" negaranya.

Beberapa hari yang lalu dia mengungkapkan rencana untuk persenjataan barunya, saat mengatakan kepada Kongres Kedelapan.

Kim dan Donald Trump sendiri memiliki hubungan yang kacau selama masa kepresidenannya, mereka saling menghina, memicu ketakutan akan Perang Dunia III, dan membual tentang kemampuan nuklir mereka.

Namun keduanya berbaikan dan menjadi bromance diplomatik yang tidak terduga, dengan presiden AS menyatakan cintanya pada Kim dan mengambil bagian dalam KTT bersejarah.

Tapi tampaknya hubungan Kim dan Joe Biden semakin panas, karena sebelumnya Biden mencap Kim sebagai "preman" dan mengkritik pertemuan puncaknya dengan Trump.

Sementara Korea Utara menyebut Biden sebagai "anjing gila", yang harus dipukul sampai mati dengan tongkat.

Pertengkaran yang tak terhindarkan tampaknya menjadi alasan paling akurat untuk perombakan senjata besar Korea Utara, karena negara itu mengonfirmasi rencana untuk rudal hipersonik yang menakutkan yang mampu memusnahkan banyak kota di AS.

Rudal balistik antarbenua baru diluncurkan pada parade militer Party Foundation Day pada bulan Oktober yang dapat membawa dua hulu ledak. Sekarang Korea Utara berencana untuk meningkatkannya menjadi empat.

Analis percaya rudal besar itu adalah rudal jalan raya berbahan bakar cair terbesar di dunia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Fitri
JOIN US
JOIN US