Yuk Kenali Bahaya dari Asap Kebakaran dan Cara Menghindarinya
ANTARA FOTO/Rony Muharrman
News

Yuk Kenali Bahaya dari Asap Kebakaran dan Cara Menghindarinya

Putri
Jumat, 13 September 2019 12:46 WIB 13 September 2019, 12:46 WIB

INDOZONE.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia semakin meningkat, dalam beberapa bulan terakhir saja sudah lebih dari dua kejadian karhutla yang terjadi di Indonesia.

asap
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Setelah Kalimantan, khususnya Palangka Raya, kini menyusul Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel yang mengalami karhutla. Kebakaran di Musi Banyuasin ini sampai menghanguskan sedikitnya 100 hektare lahan gambut.

asap
ANTARA FOTO/FB Anggoro

Dari hasil pantuan satelit di website Lapan, terdapat 105 titik yang terdeteksi di Sumatera Selatan sejak Selasa (13/08/2019) siang hingga Rabu (14/08) sore. Dengan tingkat kebenaran di bawah 29 persen, ada sebanyak 3 titik panas, 30-79 persen sebanyak 46 titik panas, serta tingkat kepercayaan di atas 80 persen sebanyak 56 titik panas.

Karhutla yang terjadi ini menyebabkan tingginya polusi udara yang terkontaminasi dengan asap. Dilihat dari buku Lindungi Diri dari Bencana Kabut Asap yang dikeluarkan oleh WHO dan Kemenkes RI asap dari kebakaran hutan mengandung zat berbahaya untuk kesehatan.

asap
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) ada lima kandungan berbahaya dalam asap kebakaran hutan, yaitu Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2) dan Ozon Permukaan (O3).

Laode Alhamd selaku Peneliti Bidang Ekologi mengungkapkan ada empat kandungan asap kebakaran hutan yang berbahaya.

asap
ANTARA FOTO/FB Anggoro

"Terdapat 4 kandungan asap kebakaran hutan yang cukup berbahaya yaitu SO2, O3, CO dan NO2," ujar Laode.

Laode menuturkan jika Sulfur Dioksia atau SO2 sangat berbahaya karena dapat membuat saluran pernapasan mengecil serta membuat iritasi selaput lendir pernapasan. Sementara itu, Ozon atau O3 dapat membuat tenggorokan iritasi. Karbon dioksida pula dapat menimbulkan sesak napas, kebingungan, dada terasa berat, pusing, koma bahkan yang lebih fatalnya bisa menyebabkan kematian.

Nitrotgen Dioksida atau NO2 dapat merusak organ yang sebenarnya berfungsi untuk membersihkan paru-paru.

asap
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Terlalu banyak menghirup asap berbahaya dapat membuat seseorang terkena risiko berbagai penyakit seperti iritasi hingga paru kronik. Tak hanya itu, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018, dijelaskan bahwa asap kebakaran daapt menimbulkan masalah kesehatan seperti asma, bronkitis, pneumonia dan gangguan kesehatan lainnya.

Tak sampai di situ, asap yang bercampur dengan gas, zat kimia, partikel debu dan bahan-bahan lainnya daaot menimbulkan efek penyakit dalam jangka pendek dan jangka panjang.

1. Efek jangka pendek

asap
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Efek jangka pendek bagi kesehatan yang timbul dari asap rokok ialah:

  • Sulitnya bernapas secara normal
  • Sesak napas
  • Terjadinya iritasi pada tenggorokan dan paru
  • Batuk
  • Tenggorokan gatal
  • Iritasi mata
  • Hidung meler
  • Sakit kepala

2. Efek jangka panjang

asap
ANTARA FOTO/FB Anggoro

Efek jangka panjang yang muncul karena asap kebakaran ialah penyakit ginjal, diabetes, masalah kesuburan dan peningkatan tekanan darah.

Lantas apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari bahaya asap rokok? Yuk simak informasi berikut ini.

  • Periksa kondisi kualitas udara setiap harinya
  • Hindari kegiatan di luar rumah bila tidak benar-benar mendesak
  • Gunakan masker khusus untuk menghindari asap
  • Menjaga udara di dalam rumah agar tetap bersih
  • Menghindari polusi dalam rumah, misalnya asap rokok
  • Memasang penyaring udara di rumah
    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Putri

    Editor