Benarkah Mengucap Minal Aidin wal Faizin Itu Bid'ah?
Prosesi sungkem dalam tradisi 'unjung-unjung' saat merayakan Idulfitri 1439 H di rumah kerabat yang terendam air rob di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jumat (15/6/2018). (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
News

Benarkah Mengucap Minal Aidin wal Faizin Itu Bid'ah?

Sabtu, 23 Mei 2020 13:04 WIB 23 Mei 2020, 13:04 WIB

INDOZONE.ID - Setiap tiba atau menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat muslim di Indonesia biasanya tak akan luput untuk mengucapkan selamat kepada sanak saudara atau para sahabatnya. Ucapan yang paling umum adalah "minal aidin wal faizin" dan disertai dengan kalimat "mohon maaf lahir dan batin".

Namun, sebagian orang barangkali bertanya-tanya apa hukum mengucapkan kalimat "minal aidin wal faizin". Sebab, diketahui bahwa ucapan yang tepat saat Idul Fitri adalah “taqabbalallaahu minnaa wa minkum” yang artinya “semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu".

Lantas ada yang bilang kalau hukum mengucap kalimat "minal aidin wal faizin" itu bid'ah. Benarkah demikian?

Menurut Ustaz Khalid Basalamah dalam video ceramahnya yang beredar di media sosial, mengatakan bahwa mengatakan kalimat itu tidaklah bid'ah hukumnya sepanjang tidak dianggap sebagai bagian dari ibadah Ied.

"Itu tidak masuk dalam bid'ah setahu saya. Kecuali orang itu menganggap itu bagian daripada Ied yang harus diucapkan. Kalau dia angggap itu bagian daripada Ied, maka itu baru bid'ah," katanya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ikhwan Cinere (@ikhwan_cinere) on

"Kalau dia hanya mengucapkan minal aidin wal faizin saja dan dia tidak melazimkan, tidak menghubungkan dengan Ied itu, artinya dia baca sebagai doa secara umum, maka tidak masuk dalam bid'ah," jelas Basalamah.

"Minal A’idin wal Faizin" pada dasarnya merupakan ucapan yang maknanya baik. Maknanya ialah "semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali (suci/bersih) dan orang-orang yang beruntung". Ucapan ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam sama sekali. Oleh karena itu, hukumnya kembali kepada hukum asal, yaitu boleh.

Justru sebaliknya, memaksakan orang lain agar mengucapkan “taqabbalallaahu minnaa wa minkum”, justru itu tidak boleh. Sebab Rasul sendiri tidak pernah mengharuskannya.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
TERKAIT DENGAN INI