The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hari Obesitas Sedunia, Kemenkes: Obesitas di Indonesia Melonjak Mengkhawatirkan
Ilustrasi Obesitas (Foto: freepik)
News

Hari Obesitas Sedunia, Kemenkes: Obesitas di Indonesia Melonjak Mengkhawatirkan

Terjadi Peningkatan

Kamis, 04 Maret 2021 09:51 WIB 04 Maret 2021, 09:51 WIB

INDOZONE.ID - Hari ini, 4 Maret merupakan peringatan Hari Obesitas Sedunia. Kasus obesitas kian meningkat, tak terkecuali di Tanah Air.

Seperti dilansir ANTARA, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan bahwa kasus obesitas di Tanah Air kian mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Kemenkes, 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas, dan 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

"Obesitas di Indonesia melonjak dengan mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat, dari 19,1 persen pada 2007 hingga 35,4 persen pada 2018. Kita harus benar-benar menekan tren peningkatan obesitas ini," ujar dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, Kamis (4/3/2021).

Meskipun belum menjadi prioritas dibandingkan dengan penyakit lain, obesitas telah menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan risiko finansial yang semakin mahal bagi negara.

BACA JUGA: Studi: Remaja Obesitas Rentan Alami Masalah Kesehatan Mental

Dengan lebih dari 800 juta orang di dunia yang mengalami obesitas, konsekuensi medis dari obesitas akan mencapai lebih dari 1 triliun dollar AS pada tahun 2025.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan, yang dapat mengganggu kesehatan. Bagi masyarakat Asia, seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas angka 25.

Cut Putri juga menegaskan bahwa pemerintah harus menangani permasalahan obesitas dengan serius. Hal pertama adalah perlu adanya diagnosa kasus sedini mungkin.

"Untuk mengurangi angka obesitas di Indonesia, perlu dilakukan diagnosa kasus sedini mungkin untuk memberikan penanganan yang lebih baik," kata Cut Putri.

Kemenkes RI telah mengembangkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di masyarakat untuk memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup sehat yaitu "CERDIK".

"CERDIK" sendiri meliputi: Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik olah raga, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

"Kami juga mempromosikan 'Gerakan Masyarakat Hidup Sehat' (GERMAS). Dengan tindakan ini, kami berharap angka obesitas dapat diturunkan," kata Cut Putri menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, dr. Fahad Jameel, Medical Director Novo Nordisk Indonesia mengatakan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis serius yang harus menjadi prioritas utama kesehatan masyarakat, mengingat hubungannya dengan banyak penyakit serius lainnya dan beban sosial ekonomi yang besar.

"Sebagai perusahaan kesehatan global terkemuka, Novo Nordisk berkomitmen untuk menjadikan obesitas sebuah prioritas kesehatan. Changing Obesity adalah komitmen jangka panjang kami bersama dengan berbagai rekan kami, untuk meningkatkan kehidupan para penderita obesitas dengan mengubah bagaimana sektor kesehatan di dunia melihat, mencegah, dan menangani obesitas," ujar dr. Fahad.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US