The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jakarta Zona Hitam Covid-19, Ini Kata Pemprov DKI
Petugas medis melakukan rapid test Covid-19 kepada pengemudi angkutan umum di halaman Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)
News

Jakarta Zona Hitam Covid-19, Ini Kata Pemprov DKI

Hoaks!

Kamis, 13 Agustus 2020 10:42 WIB 13 Agustus 2020, 10:42 WIB

INDOZONE.ID - Pemprov DKI Jakarta menyatakan informasi yang beredar di masyarakat dari media sosial Twitter tentang kondisi lima wilayah Provinsi DKI Jakarta sebagai zona hitam Covid-19 yang dianggap bersumber Badan Intelejen Negara (BIN) merupakan sebuah informasi bohong alias hoaks.

Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto juga telah memberikan tanggapannya bahwa informasi dalam foto peta wilayah Jakarta yang ditutupi dengan warna hitam terkait Covid-19 bukan merupakan data yang dirilis BIN.

Menanggapi informasi yang menyesatkan itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa tidak ada zona hitam di Jakarta, meskipun belakangan peningkatan pasien terpapar Covid-19 di Ibu Kota meningkat.

"Zona hitam? apa maksudnya. Tidak ada zona hitam. itu Hoax. Di Jakarta memang penyebarannya tinggi karena disebabkan, testing banyak. Jumlahnya bisa 5-10 ribu per harinya. Sudah jauh di atas 55 ribu lebih per pekan," kata Ariza pada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Ariza juga menanggapi informasi zona hitam tersebut di akun twitter pribadinya @BangAriza dengan menyampaikan permintaan maafnya atas informasi tersebut dan menghimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Mohon maaf, informasi tersebut adalah Hoaks. Mari terus kita waspada. Bersama kita jalankan 3M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Wabah mengancam nyawa, vaksin belum ada. Saat ini 'vaksin' kita adalah 3M," tulisnya dalam cuitan Twitter resminya.

Ia juga menyampaikan, tujuan mereka memasifkan tes Covid-19 kepada masyarakat untuk mengidentifikasi penyebaran Covid sehingga cepat ditangani. Karena banyak tes yang dilakukan maka kelihatan angkanya terus besar sehingga tindakan lanjutan untuk kesembuhan pasien.

"Kami memang lebih baik memperbanyak testing. Supaya bisa menyelesaikan masalah. Menyelesaikan masalah kan harus mengidentifikasi masalah. Itu solusi dengan testing. Kalau testing diperbanyak memang angka penyebarannya kelihatan," tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Yulia Marianti
Wilfridus Kolo

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US