Pelabuhan Patimban Bisa Dongkrak Ekspor-Impor Jawa Barat
Presiden Jokowi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Patimban. (Setneg.go.id)
News

Pelabuhan Patimban Bisa Dongkrak Ekspor-Impor Jawa Barat

Enggak bergantung lagi ke Tanjung Priok.

Minggu, 01 Desember 2019 12:20 WIB 01 Desember 2019, 12:20 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, bisa mulai dioperasikan pada Juni 2020 mendatang. Ini diungkapkan Presiden Jokowi saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Jumat (29/11).

Diungkapkan oleh Presiden Jokowi, dari luas total lahan Pelabuhan Patimban yang mencapai 654 hektar, 300 hektar di antaranya dipakai untuk peti kemas dan terminal kendaraan. Sementara, sisanya seluas 354 hektar disiapkan sebagai back up area. 

"Memang ini nanti akan banyak yang untuk terminal kendaraan untuk ekspor mobil-mobil dari industri otomotif kita," kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi menuturkan, selain untuk industri otomotif, Pelabuhan Patimban strategis bagi industri di Jawa Barat secara umum dan berpotensi mengalihkan volume ekspor-impor dari Pelabuhan Tanjung Priok. 

Berdasarkan analisis SCI, sekitar 79 persen volume ekspor dan 84 persen volume impor yang melalui pelabuhan Tanjung Priok untuk industri di Jawa Barat, meliputi wilayah Karawang (29 persen), Purwakarta (8 persen) dan Bandung (6 persen), serta tidak menutup kemungkinan dari Bekasi (32 persen). Sementara, volume impor itu untuk wilayah Karawang (36 persen), Purwakarta (9 persen), dan Bandung (6 persen), serta Bekasi (23 persen).

"Dengan volume ekspor-impor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 65 persen volume nasional, maka efisiensi yang bisa diperoleh dengan keberadaan Pelabuhan Patimban berpotensi berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi logistik nasional," katanya, Minggu (1/12).

Ia menambahkan, Pelabuhan Patimban juga berpotensi penting dalam rencana pengembangan kawasan Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur) sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN), karena kontribusi ekonomi yang tinggi, yaitu sekitar 15 persen dari industri nasional.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
fauzi
Sigit Nugroho
fauzi

Fauzi

Editor
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU