The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Desa di India Ini Pasangkan Kasur di Bawah Pohon untuk Isolasi Diri karena COVID-19!
Praktisi pengobatan alternatif di desa telah mendirikan klinik terbuka di Mewla Gopalgarh, Utta Pradesh, India. (photo/Dok. Asia One via REUTERS)
News

Desa di India Ini Pasangkan Kasur di Bawah Pohon untuk Isolasi Diri karena COVID-19!

Selasa, 18 Mei 2021 14:55 WIB 18 Mei 2021, 14:55 WIB

INDOZONE.ID - Di sebuah desa di India Utara yang dilanda COVID-19, orang sakit berbaring di ranjang bayi di bawah pohon, tetesan glukosan yang tergantung di dahan dan jarum suntik serta bungkusan obat kosong yang berserakan di tanah. 

Tidak ada dokter atau fasilitas kesehatan di Mewla Gopalgarh di negara bagian terpadat di Indi. Ada satu rumah sakit pemerintah di dekatnya tetapi tidak mempunyai tempat tidur yang tersedia dan penduduk desa mengatakan mereka tidak mampu membeli klinik swasta. 

Sebaliknya, praktisi pengobatan alternatif desa mendirikan klinik terbuka tempat mereka mendistribusikan glukosa dan pengobatan lain kepada pasien dengan gejala COVID-19. Beberapa percaya berbaring dibawah pohon neem, yang dikenal dengan khasiat obatnya, akan meningkatkan kadar oksigen mereka. 

Tidak ada dasar ilmiah untuk keyakinan ini atau untuk beberapa solusi lain yang ditawarkan. Melihat hal itu, Sanjay Singh memberi komentarnya.

"Ketika orang menjadi sesak, mereka harus pergi ke bawah pohon untuk meningkatkan kadar oksigen mereka," ungkap Sanjay Singh.

"Orang-orang sekarat dan tidak ada yang menjaga kami," jelasnya.

Gelombang kedua infeksi yang menghancurkan India, bahkan telah membawa ke rumah sakit di kota-kota besar seperti Delhi menuju titik puncaknya, merobek pedalaman pedesaan yang luas di negara itu di mana perawatan kesehatan sangat minim. 

Perdana Menteri Narendra Modi, yang menghadapi kritik karena gagal mempersiapkan gelombang kedua, mengatakan dalam pidato pekan lalu bahwa pandemi menyebar dengan cepat di desa-desa dan mendesak orang-orang untuk tidak mengabaikan gejalanya. 

"Lakukan tes, isolasi diri Anda dan mulai pengobatan tepat waktu," katanya.

Tetapi, di desa ini, orang-orang berusaha sebaik mungkin. Dimana, salah seorang wanita meminjam tabung oksigen dari tetangga yang kondisinya sedikit membaik. Mantan kepala desa, Yogesh Talan pun memberikan komentarnya.

"Sebenarnya, belum ada tes Covid-19. Kami telah mencoba tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak memiliki cukup staf," ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US