The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Perhelatan Olimpiade Tokyo Bikin Kasus Covid-19 di Jepang Merangkak Nyaris Tembus Sejuta
Logo Olimpiade. (REUTERS)
News

Perhelatan Olimpiade Tokyo Bikin Kasus Covid-19 di Jepang Merangkak Nyaris Tembus Sejuta

Kamis, 05 Agustus 2021 16:42 WIB 05 Agustus 2021, 16:42 WIB

INDOZONE.ID - Jepang akan memperluas pembatasan darurat di delapan prefektur untuk menahan lonjakan kasus Covid-19 yang belakangan meningkat seiring perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Jepang mengkhawatirkan peningkatan kasus Covid-19 dapat meningkatkan beban sistem kesehatan di ibu kota Tokyo dan wilayah-wilayah lain.

Tokyo mencatat penambahan 4.166 kasus baru pada Rabu (4/8/2021 sehingga totalnya menjadi 966.907 atau mendekati angka 1 juta.

"Infeksi baru tengah menanjak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura dilansir Antara mengutip Reuters.

"Situasi di lapangan (rumah sakit) sangat parah," lanjut Nishimura.

Enam prefektur, termasuk kota tuan rumah Olimpiade, Tokyo, telah berstatus darurat penuh hingga 31 Agustus, sementara lima lainnya masih berstatus "darurat semu" (quasy emergency) yang lebih longgar.

Langkah terbaru yang berlaku mulai Minggu besok akan membuat 70 persen populasi Jepang berada dalam sejumlah pembatasan.

Pemerintah mengatakan Olimpiade bukan penyebab kenaikan kasus, namun sejumlah ahli mengatakan penyelenggaraannya memberi pesan beragam kepada publik yang sudah lelah harus tinggal di rumah.

Panitia Olimpiade pada Kamis melaporkan 31 kasus Covid-19 baru dalam pesta olahraga itu, sehingga totalnya menjadi 353 sejak 1 Juli.

Masih perlu dilihat apakah pembatasan Covid-19 terbaru, yang umumnya bersifat sukarela, akan berpengaruh banyak ketika varian Delta yang sangat menular telah menyebar dan orang-orang sudah lelah tinggal di rumah.

"Saya tak berpikir bahwa lebih (banyak aturan darurat semu) akan membuat banyak perbedaan - (itu) hanya pernyataan politik," kata Kenji Shibuya, mantan direktur Institut Kesehatan Populasi di King's College London.

Kebijakan terbaru itu muncul setelah publik bereaksi keras terhadap rencana Suga yang akan membatasi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit hanya untuk mereka yang parah dan berisiko parah, sementara pasien lainnya diminta mengisolasi diri di rumah.

"Situasi sistem kesehatan kita memburuk dan kerangka darurat diperlukan," kata Masataka Inoguchi, wakil ketua Asosiasi Medis Tokyo.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US