The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi 40 Kali Lipat dari Data Kemenkes
Petugas medis mengambil sampel saat menggelar tes swab Covid-19 di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis (2/7/2020). (INDOZONE)
News

Studi Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi 40 Kali Lipat dari Data Kemenkes

Ini penyebabnya.

Minggu, 06 Juni 2021 15:44 WIB 06 Juni 2021, 15:44 WIB

INDOZONE.ID - Kasus Covid-19 di Indonesia tercatat 1,8 juta sejauh ini. Namun para ahli epidemiologi percaya bahwa kasus sebenarnya lebih tinggi dari data yang dikemukakan.

Hal ini dikemukakan oleh Pandu Riono, ahli epidemiologi Universitas Indonesia yang turut meneliti dengan bantuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mereka menilai skala penyebaran sebenarnya lebih besar namun tidak terdeteksi karena kekurangan pengujian dan pelacakan kontak.

Dalam satu studi nasional antara Desember 2020 hingga Januari 2021 menunjukkan 15 persen orang Indonesia telah tertular Covid-19 ketika data resmi saat itu tercatat hanya sekitar 0,4 persen.

Dilansir dari Reuters, menurut laporan itu, infeksi positif Covid-19 di Indonesia baru sekitar 0,7 persen dari jumlah penduduk.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan mungkin penelitian ini masih awal. Tetapi mungkin ada lebih banyak kasus daripada yang dilaporkan secara resmi karena banyak kasus yang tidak menunjukkan gejala.

Ia mengatakan Indonesia memiliki pelacakan kontak yang rendah dan kurangnya laboratorium untuk memproses tes.

Berdasarkan tes darah, studi seroprevalensi mendeteksi antibodi yang muncul pada orang yang kemungkinan besar sudah terjangkit penyakit tersebut. Angka resmi sebagian besar didasarkan pada tes swab, yang mendeteksi virus itu sendiri dan hanya mengungkapkan mereka yang terkena virus pada saat itu.

Antibodi berkembang satu sampai tiga minggu setelah seseorang tertular virus dan tinggal di dalam tubuh selama berbulan-bulan.

Peneliti utama studi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan sistem surveilans pemerintah tidak dapat mendeteksi kasus Covid-19.

"Pelacakan kontak dan pengujian di Indonesia sangat buruk dan menjelaskan mengapa begitu sedikit kasus yang terdeteksi," kata Tri.

BACA JUGA: Update Corona Dunia 6 Juni: 173 Juta Kasus, 3,7 Juta Meninggal

Peneliti lainnya, Pandu Riono menyebut meski studi menunjukkan penyebaran kasus yang lebih luas, Indonesia tampaknya masih jauh untuk mencapai kekebalan kelompok.

Hanya 6 persen dari 181 juta penduduk Indonesia yang ditargetkan telah divaksinasi lengkap dengan dua dosis sejauh ini. Sementara 9,4 persen telah mendapatkan satu suntikan.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Utami Evi Riyani
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US