The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Miris! Nenek-nenek Diduga Jadi Korban Mafia Tanah hingga Merugi Rp31 M, Begini Kasusnya
Kakak korban, Alexander Sutikno (jas hitam) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah).
News

Miris! Nenek-nenek Diduga Jadi Korban Mafia Tanah hingga Merugi Rp31 M, Begini Kasusnya

Rampok aset

Jumat, 04 Maret 2022 20:08 WIB 04 Maret 2022, 20:08 WIB

INDOZONE.ID - Sindikat mafia tanah nampaknya tidak pandang bulu menyasar para korbannya, muda hingga tua tak luput bisa menjadi korban dari sindikat ini seperti halnya nenek-nenek berusia sekira 80-an.

Aset berupa ruko di kawasan Gandaria, Jaksel diduga menjadi sasaran sindikat mafia tanah.

Kakak korban bernama Alexander Sutikno bersama pengacaranya, Bonifansius Sulimas membeberkan kasus yang mereka sebut sebagai mafia tanah. Kasus ini bermula dari ruko di dekat Gandaria dimiliki oleh tiga adik Alexander.

"Jadi orang luar, orang yang tidak kenal sama sekali. Mungkin orang-orang ini sudah mengintai lama 'oh ini ada sesepuh, ada nenek, kakek di dalam rumah ini seperti itu' Dia sudah mengetahui bahwa orang-orang ini sudah usia di atas 80-an sekian," kata Bonifansius kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/3/2022).

Baca juga: Kasus Mafia Tanah Senilai Rp15 Miliar di Bogor Terungkap, Begini Modus Penipuan 6 Pelaku

Pada tahun 2015, dua dari tiga orang tua tersebut tutup usia dan hanya meninggalkan korban seorang diri. Bonifansius menyebut pelaku berinisial MR langsung masuk ke ruko dan mengeluarkan korban serta menghubungi Dinsos untuk membawa korban pada 2019.

"Kakak (Alex) cari ke sana, kemari, ke mana ini kok (korban) hilang, ketemulah di panti jompo di Jakarta Timur. Sejak saat itu mereka membuat laporan polisi disini," beber Bonifansius.

nenek-nenek jadi korban mafia tanah
Pengacara Bonifansius (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah).

Saat didatangi ke ruko tersebut, ruko senilai Rp31 miliar ini disebut-sebut sudah berpindah tangan.

"Motifnya merampok semua aset-aset yang ada di ruko itu. Mereka palsukan semua sertifikat-sertifikat seolah-olah korban ini melakukan jual beli dengan mereka. Mereka palsukan PPJB, AJB sampai melakukan penjualan dengan pihak yang ketiga," kata Bonifansius.

Merasa dirugikan, pihak korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan polisi itu sendiri teregistrasi dengan nomor LP/4530/VII/2019/PMJ/Dit Reskrimum.

Tepat pada hari ini, pihak korban mendatangi Polda Metro Jaya dalam rangka dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Kami melakukan kunjungan sebenarnya atas pemanggilan dari pemyidik Polda Metro Jaya atas kasus yang menimpa klien kami Pak Alex," pungkas Bonifansius.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Putri
Samsudhuha Wildansyah
JOIN US
JOIN US