Kegiatan Hari ke-3 HPN, Dihadiri Jokowi hingga Bedah Buku Kebudayaan
Suasana HPN 2020 di Banjarmasin begitu terasa dengan banyaknya billboard terkait HPN di setiap sudut kota. (INDOZONE/Fahmy Fotaleno)
News

Kegiatan Hari ke-3 HPN, Dihadiri Jokowi hingga Bedah Buku Kebudayaan

Sabtu, 08 Februari 2020 23:16 WIB 08 Februari 2020, 23:16 WIB

INDOZONE.ID - Kemeriahan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berlanjut. Pada hari ketiga ini, beberapa agenda dilaksanakan di beberapa tempat berbeda.

Meski banyaknya agenda dengan waktu yang hampir bersamaan, namun dari pantauan langsung Indozone, antusias para peserta tidak hanya dari unsur wartawan numun juga lembaga, cukup tinggi.

Jokowi Hadiri HPN dan Tanam Pohon

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri langsung perayaan HPN 2020 sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, Sabtu (8/2/2020).

Dalam sambutannya Jokowi menyebutkan bahwa ia selalu berusaha hadir dalam peringatan HPN. Alasan kenapa ia harus menghadiri HPN ini, karena menurutnya insan pers sudah dianggap sebagai teman sehari-hari.

"Ini saya katakan kenapa saya harus hadir? Karena insan pers sudah menjadi teman saya sehari-hari," ujarnya.

HPN 2020
Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Hutan Pers Taman spesies endemik dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalimantan Selatan. (ANTARA/Sukarli)

Pada kesempatan tersebut, Jokowi bersama sejumlah pejabat, dan unsur pers melakukan penanaman berbagai jenis pohon sekaligus meresmikan Hutan Pers Taman spesies endemik di lingkungan perkantoran Setda Provinsi Kalsel.

Menkumham Sebut Sosmed Pesaing Jurnalis

Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly menyebut bahwa jurnalis sering diidentifikasi sebagai sekumpulan penulis profesional. Namun sekarang dengan adanya media sosial pekerjaan jurnalis bisa digantikan oleh para pengguna media sosial.

“Sehingga jurnalis tersaingi dengan adanya jurnalisme warga karena media sosial juga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja karena media sosial termasuk media bebas berpendapat,” kata Yasonna dalam sambutannya pada acara ‘Konvensi Nasional Media Massa - Hari Pers Nasional Tahun 2020’ di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020).

HPN 2020
Menkumham Yasonna Laoly saat memberikan sambutan pada suat acara dalam rangkaian HPN 2020 di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020). (INDOZONE/Fahmy Fotaleno)

Namun menurut Yassona, jika hasil jurnalisme dan media sosial bisa saling mamanfaatkan satu dengan lain mungkin ini akan lebih baik.

“Sehingga karya insan Pers tidak hanya sebatas menulis berita, namun insan Pers juga harus memiliki kemampuan multimedia (teks, audio, video, gambar) untuk mengemas secara menarik materi yang akan disampaikan, sehingga sifat multimedia yang terdapat pada media sosial menjadikan hal ini sebagai jurnalistik masa depan,” ujarnya.

Bedah Buku Kebudayaan Polima

Selain acara seminar, pada hari itu dan di tempat yang sama yakni di Hotel Golden Tulip, juga diadakan acara bedah buku yang ditulis oleh Walikota Baubau As Thamrin berjudul ‘Polima - Gema Pancasila dari Baubau’.

HPN 2020
Acara bedah buku kebudayaan 'Polima' di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020).(INDOZONE/Fahmy Fotaleno)

Dalam acara bedah buku tersebut, Thamrin menjelaskan adanya keterkaitan antara Polima dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Keterkaitan yang paling mendasar adalah keduanya sama-sama sebagai alat pemersatu.

"Kalau Polima identitas masyarakat Buton, kalau Pancasila seluruh masyarakat Indonesia.Termasuk keduanya bernuansa pada kekeluargaan dan gotong royong," katanya.

Lanjut dia, Polima merupakan implementasi dari ‘Sara Pataanguna’ yang tertuang dalam mukadimah martabat tujuh kesultanan Buton. Nilai ini sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Buton.

HPN 2020
Kepala LPMM Prof Rajab Ritonga (kiri) menyerahkan buku kepada Walikota Baubau As Thamrin, Sabtu (8/2/2020) di Hotel Golden Tulip Banjarmasin. (INDOZONE/Fahmy Fotaleno)

Nilai ini lalu diikat oleh falsafah Binci-binciki kuli (Tenggang rasa, sifat jujur pada diri sendiri dan representasi sifat religius) sebagai causa prima yang merupakan rasa tanpa mengurangi nilai yang lainnya.

"Polima memiliki lima nilai, begitu juga dalam Pancasila. Setiap nilai dalam Polima mewakili setiap sila Pancasila. Contoh, Po-binci binciki kuli yang merupakan representasi sifat religius yang berkaitan erat dengan sila pertama," pungkasnya.

Selain tiga rangkaian acara di atas, masih banyak acara atau kegiatan lain yang digelar di tempat berbeda. Besok, Minggu (9/2/2020) ada acara upacara HPN 2020 sekaligus penutupan dari seluruh rangkaian acara.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU