Terdampak Virus Covid-19, Kinerja Perdagangan RI Diprediksi Melambat
Ilustrasi perdagangan dan pabrik (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
News

Terdampak Virus Covid-19, Kinerja Perdagangan RI Diprediksi Melambat

Tiongkok mitra dagang Indonesia.

Jumat, 14 Februari 2020 18:40 WIB 14 Februari 2020, 18:40 WIB

INDOZONE.ID - Kinerja perdagangan Indonesia diprediksi akan melambat, menyusul terganggunya kinerja perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok akibat penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Direktur Eksekutif Center Of Reform On Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia selain Amerika dan negara lain di Eropa. Tak hanya ekspor saja, Indonesia juga memiliki ketergantungan impor terhadap beberapa produk dari Tiongkok, salah satunya baja. Hal inilah yang kemudian disebutnya akan mempengaruhi kinerja perdagangan Indonesia. 

"Tiongkok itu adalah negara tujuan ekspor untuk Gas, Nikel, hingga CPO. Dengan kondisi perekonomian Tiongkok yang menurun akibat virus corona, dipastikan kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok menurun," demikian ujar Faisal, saat dihubungi Indozone, Jumat (14/2/2020). 

Di sisi lain, Indonesia juga tergantung dengan bahan baku baja asal Tiongkok. Akibat penyebaran virus corona di Negeri Tirai Bambu tersebut, otomatis kinerja sektor produksi di Tiongkok juga melambat. Hal ini juga kemudian akan mempengaruhi sektor manufaktur di Indonesia. 

"Ini sangat berhubungan, baik Indonesia maupun Tiongkok memiliki ketergantungan dagang. Mudah-mudahan pemerintah Tiongkok bisa segera mengatasi virus corona," tuturnya. 

Sebagai informasi saja, aktivitas masyarakat yang terganggu akibat penyebaran Virus Covid-19 membuat perekonomian Tiongkok hampir pasti melambat. Reuters sendiri telah melakukan jajak pendapat terhadap 40 ekonom yang hasilnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kuartal I-2019 diperkirakan hanya mampu berada di angka 4,5%. Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 6%.

Perlambatan ekonomi di Tiongkok berarti ada penurunan permintaan barang-barang dari negara lain, termasuk Indonesia. Padahal Tiongkok adalah negara tujuan ekspor utama Indonesia.

"Jadi meskipun krisis AS-Tiongkok sudah menyelesaikan perang dagang, ada risiko baru yang bisa membuat ekspor Indonesia tetap lesu. Apabila sentimen virus corona bertahan lama, maka sepertinya ekspor masih sulit diharapkan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas Faisal. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Sigit Nugroho
M Fadli

M Fadli

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU