The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Lebih 2 Pekan Ditahan, Jerinx Tulis Surat dari Balik Jeruji Besi, Isinya Bikin Merinding
Jerinx saat di sel tahanan Polda Bali (istimewa) dan penggalan surat yang ditulisnya (Instagram @ncdpapl).
News

Lebih 2 Pekan Ditahan, Jerinx Tulis Surat dari Balik Jeruji Besi, Isinya Bikin Merinding

Jumat, 28 Agustus 2020 21:20 WIB 28 Agustus 2020, 21:20 WIB

INDOZONE.ID - Sudah lebih dari dua pekan drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx mendekam di sel tahanan Polda Bali.

Seperti diketahui, Jerinx terlibat kasus pencemaran nama baik usai dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dari balik jeruji, Jerinx menulis surat terbuka dan publikasikan oleh istri cantiknya, Nora Alexandra, melalui media sosialnya, Kamis (27/8/2020).

Pada penggalan surat tersebut, Jerinx menulis tiga poin kepada publik.

Pertama, dia menjelaskan telah melalui tes usap Covid-19 pada Kamis (13/8/2020) lalu. Hasil tes tersebut menujukkan Jerinx negatif terpapar Covid-19.

"Yang mana artinya sejak sebelum saya ditahan saya tidak membahayakan nyawa siapapun," tulis Jerinx seperti yang diunggah akun Instagram milik Nora, @ncdpapl.

Menurut Jerinx, dirinya telah banyak melakukan kontak fisik dengan banyak orang sebelum ditahan pihak kepolisian.

Seperti yang dilakukannya saat memberi pangan gratis kepada warga Bali beberapa waktu lalu.

"Jika boleh saya memberi masukan sebaiknya IDI atau Kemenkes meneliti kondisi saya untuk menemukan penjelasan ilmiah kenapa saya tidak terinfeksi Covid-19," tulis Jerinx.

"Saya siap lahir batin menjadi relawan agar bangsa yang saya cintai ini lekas terbebas dari rasa takut yang berlebihan," sambungnya.

Yang kedua, Jerinx menjelaskan bahwa dirinya mempunyai hak mengajukan penangguhan penahanan atas kasus yang menjeratnya.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya belum terbukti secara hukum sebelum divonis oleh hakim pengadilan.

Menurut Jerinx, permohonan penangguhan penahanan ini bukan menunjukkan bahwa dirinya cengeng.

"Tapi karena saya melihat banyak sekali kejanggalan dan konflik kepentingan dalam kasus saya," tulisnya.

Pada surat itu, Jerinx juga menulis sindiran bagi pihak yang lolos dari jerat hukum karena dekat dengan lingkaran penguasa.

"Yang cengeng itu adalah mereka-mereka yang melanggar protokol kesehatan tetapi bebas dari jerat hukum karena dekat dengan kekuasaan," tulisnya.

"Yang blengih sejati adalah mereka yang tidak pernah memberi makan warganya namun menertawai rakyat yang berjuang memberi makan ratusan perut kelaparan tanpa pamrih setiap harinya."

"Yang tidak berpendidikan adalah mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk menginjak hak warganya lalu berlagak paling suci seolah tanpa dosa, leluhur Bali tidak buta, KARMA itu nyata," sambung Jerinx.

Yang terakhir, Jerinx menulis pesan ajakan bagi rekan-rekannya agar tidak diam dan membiarkan ketidakadilan menimpa rakyat kecil.

Khususnya terkait kebijakan rapid dan swab test.

"Negara kita memiliki anggaran ratusan triliun rupiah untuk pandemi ini sudah seharusnya tak ada lagi rakyat miskin yang diharuskan membayar untuk rapid dan swab test," tulis Jerinx.

Baca isi surat Jerinx selengkapnya di bawah ini:

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MADAM VLAMINORA (@ncdpapl) on

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US