The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bendera ISIS Ditemukan dari Tangan Pelaku Penyerangan Polsek di Kalsel
Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan. (Istimewa)
News

Bendera ISIS Ditemukan dari Tangan Pelaku Penyerangan Polsek di Kalsel

Pelaku dan korban meninggal dunia.

Senin, 01 Juni 2020 15:37 WIB 01 Juni 2020, 15:37 WIB

INDOZONE.ID - Pasca penyerangan Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) dini hari tadi oleh orang tidak dikenal (OTK), polisi sudah mengumpulkan barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti tersebut mulai dari samurai hingga bendera hitam berlogo Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Barang bukti yang diamankan ada satu bilah samurai dan satu bendera hitam identitas ISIS berbentuk syal," kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai saat dihubungi Indozone, Senin (1/6/2020).

Barang bukti lainya yaitu satu unit sepeda motor beserta anak kuncinya, KTP, satu buah al quran kecil dan satu lembar surat wasiat. Polisi hingga kini masih menyelidiki keterlibatan pelaku dalam jaringan terorisme ISIS.

Selain itu, mengenai korban anggota polisi yang dikabarkan dibacok oleh pelaku, Rifai menyebut korban sudah meninggal dunia. Korban meninggal dunia akibat terkena luka bacokan dari samurai milik pelaku.

"Satu personil Polsek Daha Selatan berinsial Brigadir LL mengalami luka bacok dan meninggal dunia di TKP," ungkap Rifai.

Sementaa itu, lanjut Rifai, pelaku tewas pasca ditindak tegas dengan cara ditembak oleh polisi karena enggan menyerahkan diri. Pelaku sejauh ini hanya berjumlah satu orang.

"Iya OTK sudah tewas. OTK itu tidak mau menyerah sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap OTK tersebut," kata Rifai.

Seperti diketahui, dini hari tadi sekitar pukul 02.15 WITA seorang OTK datang ke markas Polsek Daha Selatan dan membakar satu unit mobil patroli milik polisi. OTK itu langsung masuk ke dalam Polsek dan menyerang satu anggota polisi yang berjaga di ruang SPKT.

Dua anggota polisi lain yang mendengar adanya keributan itu langsung mengecek ruangan SPKT dan mendapati korban sudah dalam kondisi terkena bacokan samurai milik pelaku. Pelaku langsung mengejar dua anggota polisi tersebut hingga keduanya berhasil mengamankan diri dengan cara masuk ke ruangan Binmas dan mengunci pintu.

Anggota Polsek kemudian menghubungi Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk meminta pertolongan. Ketika angota Polres tiba, pelaku tak kunjung menyerahkan diri hingga polisi menembak pelaku.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Samsudhuha Wildansyah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US