The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Demi Tutupi Aksi Cabul Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Ini Menikah dengan Pemijat Tunanetra
B dan bocah berusia 12 tahun yang dipaksa nikah untuk tutupi aksi cabul ayah tiri. (Foto: istimewa)
News

Demi Tutupi Aksi Cabul Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Ini Menikah dengan Pemijat Tunanetra

Sabtu, 11 Juli 2020 11:57 WIB 11 Juli 2020, 11:57 WIB

INDOZONE.ID - Demi menutupi perlakuan bejatnya kepada anak tiri, lelaki berusia 39 asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan rela menikahkan anaknya dengan B, seorang terapis berusia 44 tahun. Padahal, anak tiri yang telah bertahun-tahun dicabulinya itu masih berusia 12 tahun.

Cerita ini bermula saat pesta pernikahan beda usia viral di media sosial beberapa waktu lalu. Awalnya publik heran lantaran seorang bocah perempuan berparas cantik bersedia menikah dengan lelaki yang berusia terpaut jauh dengannya. 

Bahkan, lelaki itu juga hanya berprofesi sebagai tukang pijat dan menyandang tuna netra.

Ayah tiri bocah itu, Sappe, pernah memaparkan bahwa pernikahan itu dilangsungkan atas dasar suka sama suka. Bahkan kata dia, anak tirinya itu mengancam akan bunuh diri apabila tidak segera dinikahkan.

"Kami terima karena anak saya mengancam kabur dari rumah kalau tidak diterima. Jadi apa boleh buat daripada menimbulkan masalah mending terima saja," ujar Sappe kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Untuk lebih menutupi kebohongannya, Sappe juga pernah mengaku menolak lamaran B. Namun, kata dia, anak tirinya sudah terlanjur cinta dengan B. Keduanya menikah setelah lima bulan menjalanin pacaran via seluler, tambah Sappe.

Aksi bejat Sappe akhirnya terungkap setelah pihak kepolisan mencium kejanggalan pada pernikahan beda usia tersebut setelah dilaporkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) setempat.

Apalagi berdasarkan peraturan yang ada, anak perempuan berusia 12 tahun belum diperbolehkan menikah. Hal inilah yang menyebabkan pernikahan antara gadis malang dan B diselenggarakan secara siri.

Setelah ditelusuri, pernikahan ini ternyata dilatarbelakangi aksi bejat ayah tiri terhadap anaknya tersebut.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara, Sappe telah melakukan pencabulan terhadap anak tirinya sejak dua tahun lalu, saat putri sambungnya itu masih berusia 10 tahun.

“Pernikahan itu hanya menutupi aib kelakuan ayah tiri karena telah melakukan kekerasan seksual selama dua tahun terakhir," kata Dharma.

Menurut Dharma, Sappe mengaku mencabuli korban dengan membawanya ke kebun usai diajak pergi belanja sesuatu. Sappe mengancam akan membunuh anak tirinya jika menceritakan aksinya itu kepada orang lain. Puncaknya terjadi pada Juni 2020 lalu. Sappe mencabuli anak tirnya di suatu ladan singkong.

Setelah mengalami kekerasan seksual selama bertahun-tahun oleh ayah tirinya, bocah malang itu akhoinya memberanikan diri melapor kepada ibu kandung. 

Betapa hancur hati A setelah mengetahui hal itu. A merupakan ibu dari bocah tersebut. Meski tidak terima dengan perlakuan suaminya, A tidak berani berbuat banyak lantaran diancam bakal diceraikan Sappe.

“Ibu kandung korban takut untuk membuka aib itu. Mereka kemudian merencanakan menikahkannya," ujar Dharma.

Setelah menemukan peluang, Sappe akhirnya menikahkan anak tiri dengan seorang lelaki penyandang tuna netra berusia 44 tahun bernisial B. B diketahui berprofesi sebagai terapis pijat.

Ide Sappe mumcul saat B datang ke Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Kedatangan lelaki asal Makassar itu bertujuan mencari istri.

Kini, Sappe telah ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 3 UU RI Perlindungan Anak. Lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai sopir truk itu terancam hukuman 15 tahun penjara.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US