The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Duka Anak Semata Wayang dr Arief, Ayah Susul Ibu Meninggal selang Sehari Akibat Covid-19
Foto keluarga dr Arief dan anak semata wayangnya di pusara ibu.
News

Duka Anak Semata Wayang dr Arief, Ayah Susul Ibu Meninggal selang Sehari Akibat Covid-19

Senin, 13 Juli 2020 21:19 WIB 13 Juli 2020, 21:19 WIB

INDOZONE.ID - Kabar duka kembali menghampiri dunia medis. Tiga dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninggal dunia kurun sehari akibat terpapar Coronavirus Disease 19 (Covid-19) pada Minggu (12/7/2020).

Ketiganya adalah dr Deni Chrismono dari Surabaya, dr Budi Luhur dari Gresik serta dr Arief Agoestono dari Lamongan.

Kepergian ketiganya sangat membekas di hati keluarga. Termasuk Naufal

Bocah lelaki tersebut adalah putra semata wayang dr Arief Agoestono. Duka mendalam yang dirasakan Naufal bukan hanya karena kehilangan sang ayah. Sehari sebelumnya, ibunda Naufal juga telah meninggal akibat terpapar virus tersebut.

Belum lagi kering pusara sang ibunda, Naufal kini harus menebar bunga di makam ayahanda. Kepergian kedua orangtua membuat Naufal menjadi yatim piatu.

Beberapa rekan, termasuk IDI, menyampaikan belasungkawa mendalam untuk kepergian keduanya.

Satu di antara rekan dr Arief, Yulia Andani Murti, mencurahkan rasa prihatin sekaligus menyemangati Naufal melalui media sosial Facebook.

"Belum lagi lepas rasa sesak di dada, menabur bunga di pusara ibunda. Hari berikutnya, ayahanda menyusul. Meninggalkan Naufal seorang diri," tulis Yulia, Senin (13/7/2020).


Yulia juga mengunggah penggalan foto Naufal bersimpuh di pusara ibunda yang telah pergi beberapa hari sebelumnya. Kesedihan terpancar jelas dari bocah tersebut.

"Semoga Naufal tegar. Meneruskan perjuangan orang tua. Menyuburkan benih-benih kebaikan yang mereka semaikan," tulis Yulia.

Menurut Yulia, dr Arief merupakan sosok periang. Dia dikenal sebagai dokter yang selalu ceria. Kepergiannya sangat membekas di hati Yulia.

"Kami mencintaimu, namun Allah lebih menyayangimu. Terbayang wajahmu yang selalu menyunggingkan senyum. Menghadirkan ceria dalam segala suasana. Semoga keceriaan itu terbawa hingga alam kubur, ceria tanpa rasa sakit lagi," tulisnya.

Ketua IDI Lamongan dr Eko Wahyuhono turut menyampaiakan rasa duka mendalam atas kepergian dr Arief. Menurut Eko, dr Arief sempat dirawat di Lamongan sebelum akhirnya dirujuk ke Surabaya.

Namun, nyawa dokter tersebut tidak terselamatkan dan menyusul istri yang telah meninggal sehari sebebelumnya.

"Kami turut berduka cita yang amat mendalam atas wafatnya salah satu anggota IDI Cabang Lamongan," kata Eko kepada wartawan.

Sejauh ini, sudah puluhan dokter di Indonesia yang tewas karena virus corona. Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya 53 dokter anggota IDI yang telah meninggal dunia usia terjangkit virus tersebut.



Artikel menarik lainnya

Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US