The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wow! Buntut Pengeroyokan Dua Anggota Intel TNI, 14 Unit Moge Mewah Parkir di Kantor Polisi
Anggota TNI saat menghitung jumlah motor gede alias moge yang diamankan di Polres Bukit Tinggi, Jumat (30/10/2020) malam.
News

Wow! Buntut Pengeroyokan Dua Anggota Intel TNI, 14 Unit Moge Mewah Parkir di Kantor Polisi

Sabtu, 31 Oktober 2020 20:13 WIB 31 Oktober 2020, 20:13 WIB

INDOZONE.ID - Buntut aksi pengeroyokan terhadap dua intel Kodim 0304/Agam, 14 unit motor gede Harley Davidson diamankan di kantor kepolisian.

Hal itu diketahui berdasar video yang direkam anggota TNI saat mendatangi Polres Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Jumat (30/10/2020) malam.

"Assalamualaikum komandan, izin, motor moge jumlahnya semua 14," kata anggota TNI tersebut sembari menghitung.

Baru-baru ini, netizen dihebohkan dengan aksi pengeroyokan dua lelaki oleh sekelompok pengendara moge Harley-Davidson.

Peristiwa itu terjadi di Bukittinggi, Sumatera Utara, Jumat(30/10/2020).

Ternyata, kedua lelaki yang dikeroyok tersebut merupakan anggota TNI yang bertugas di Kodim . Mereka berdinas sebagai intelijen. Keduanya adalah Serda Mistari dan Serda Yusuf.

Aksi pengeroyokan ini terjadi di tepi jalan dan sempat terekam kamera. Videonya kemudian beredar di media sosial dan menuai perhatian.

Akhirnya, tiga dari sekelompok anggota komunitas moge tersebut diciduk pihak kepolisian. Tapi hanya dua dari mereka yang ditetapkan jadi tersangka. Dari sinilah terungkap satu dari tiga orang itu masih berstatus pelajar. 

Foto-foto ketiga anggota komunitas moge tersebut beredar di media sosial. Bahkan dari satu foto yang beredar, seorang personel TNI terlihat begitu geram saat memandang pelaku.

Dia terlihat berdiri sembari mengepal tangan. Perawakannya begitu seram. Sedangkan pelaku yang tengah duduk tampak 'melempem', tak segarang saat menganiaya dua anggota TNI sebelumnya.

"Hidup TNI... Kok foto nyo ndk garang pas memukul 2 anggota Kodim Bukittinggi," tulis akun Facebook Ferry I P ke grup BERITA KOTA PADANG, Sabtu (31/10/2020).

Intel TNI dikeroyok pemotor gede Harley Davidson
Unggahan netizen

Dari informasi yang diperoleh, ketiga anggota komunitas moge yang diciduk pihak kepolisian adalah Bambang Septian Ahmad R (18 tahun) dan Michael Simon (49). Michael berprofesi sebagai pengusaha. Sedangkan Bambang masih berstatus pelajar.

Mereka tergabung dalam komunitas moge Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia.

"Setelah kami terima laporan korban, langsung dilakukan proses hukum, kemudian ditetapkan dua orang sebagai tersangka," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara dilansir dari ANTARA, Sabtu (31/10/2020).

Sebelumnya, aksi pengeroyokan ini bermula saat Serda Mistari dan Serda Yusuf melintas di Jalan Dr Hamka, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, menggunakan sepeda motor Honda Beat.

Di tengah jalan, mereka mendengar sirene Patwal Polres Bukit Tinggi yang mengawal rombongan moge Harley Davidson. Melihat hal itu, Serda Yusuf pun menepi dan memberikan jalan.

Mengira bahwa rombongan sudah habis, Serda Yusuf dan Serda Mistari melanjutkan perjalanan mereka menuju markas Kodim 0304/Agam. 

Namun ternyata, di belakang mereka masih ada beberapa anggota rombongan yang terpisah.

Anggota rombongan yang terpisah ini menggeber Serda Yusuf dan Serda Mistari dari belakang. Tak senang digeber seperti itu, Serda Yusuf dan Serda Mistari mengejar anggota rombongan pemotor Harley yang tertinggal itu dan menghentikan lajunya.

Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menjelaskan kalau mereka adalah anggota TNI, namun omongan mereka tak digubris oleh rombongan pemotor Harley dan mereka bahkan diancam akan ditembak.

Karena menimbulkan kegaduhan, masyarakat setempat ramai menyaksikan dan sebagian merekamnya. Sebagian lainnya melerai pengroyokan tersebut.

Usai berhasil dilerai, rombongan pemotor Harley Davidson melanjutkan perjalanan mereka menuju Novotel Kota Bukittinggi. 

Serda Yusuf dan Serda Mistari lantas melaporkan apa yang mereka alami kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam.

Tak lama setelah dilaporkan, pihak kepolisian langsung menangkap beberapa orang yang diduga terlibat.

Bahkan, situasi di Polres Bukittinggi Jumat (30/10/2020) malam sempat mencekam. Setidaknya 50 orang anggota Kodim mendatangi Polres Bukittinggi. 

Tonton video pengeroyokannya di bawah ini:

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dua Anggota TNI Dikeroyok Rombongan Moge di Bukit Tinggi Tidak disangka, dua anggota TNI dari unit intel Kodim 0304/Agam menjadi korban pengeroyokan kelompok Motor Gede (Moge) Harley Davidson di Simpang Tarok Kec. Guguk Panjang Bukit Tinggi, Jum'at (30/10/2020) Dari informasi yang didapatkan, peristiwa tersebut berawal saat Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas di Jln. Dr Hamka Kel. Tarok Dipo Kec. Guguk Panjang Kota Bukittinggi. Dari kejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukit Tinggi. Serda Yusuf pun lalu meminggirkan kendaraannya dan memberikan jalan kepada mobil Patwal Polres Bukittinggi yang diikuti oleh rombongan motor Harley Davidson. Setelah rangkaian konvoi habis, rombongan Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim, namun dari belakang datang rombongan motor Harley Davidson yang terpisah dari rombongan dan menggeber motornya (Blayer) sehingga Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh. Serda Yusuf kemudian mengejar dan memberhentikan salah satu pengendara motor Harley Davidson tersebut. Namun setelah berhenti rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari. Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak. Seketika dengan kejadian tersebut, masyarakat ramai dan ada yang sempat merekam video kejadian tersebut dan melerai pemukulan terhadap 2 (Dua) orang tersebut oleh rombongan motor Harley Davidson. Setelah dilerai masyarakat, rombongan motor Harley Davidson melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi, sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam. Wow, sudah menyebut anggota TNI masih saja tidak digubris dan malah ngancam mau menembak? Repost @infokomando

A post shared by ???????????????????????????????????? (@ndorobeii) on

Artikel Menarik Lainnya:


Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US