The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bicara Soal Terorisme, Addie MS: Temukan Bidadarimu Sendiri Tanpa Menumbalkan Orang Lain
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Addie MS (Instagram @addiems999)
News

Bicara Soal Terorisme, Addie MS: Temukan Bidadarimu Sendiri Tanpa Menumbalkan Orang Lain

Senin, 29 Maret 2021 20:06 WIB 29 Maret 2021, 20:06 WIB

INDOZONE.ID - Musisi Addie Muljadi Sumaatmadja alias Addie MS mengomentari aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Melalui akun Twitter Twitter @addiems, Minggu (28/3/2021), Addie menyebut aksi itu sebagai tindakan keji.

"Kebaikan apa yg diharapkan oleh manusia yg tega berbuat keji terhadap sesamanya yg sedang memuliakan Tuhannya?" tulisnya.

Pada kicauan selanjutnya, Addie beberapa kali me-retweet konten pemberitaan maupun video soal terorisme.

Addie juga menyindir paham kelompok teroris yang disebut-sebut mengidamkan bertemu bidadari di surga sehingga nekat melakukan aksi bom bunuh diri.

"Banyak cara meraih kebahagiaan dunia-akhirat. Kalau belum berbahagia, minimal jangan merampas kebahagiaan orang lain. Temukanlah bidadarimu sendiri tanpa menumbalkan orang lain," tulisnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, dua pelaku bom bunuh diri di gerbang masuk Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami istri.

Mereka baru saja menikah sejak enam bulan lalu.

"Betul pelaku pasangan suami istri baru menikah enam bulan," kata Argo dilansir dari ANTARA, Senin (29/3/2021).

Argo menjelaskan, identitas kedua pelaku bom bunuh diri tersebut telah diketahui. Pelaku laki-laki berinisial L dan perempuan berinisial YSF.

Keduanya berprofesi sebagai pekerja swasta.

"Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya," ujar Argo.

Menurut Argo, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah tempat tinggal pelaku.

"Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas," kata Argo.

Argo menambahkan, pelaku merupakan bagian dari kelompok militan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina. 

"Pelaku berafiliasi dengan JAD," ujar Argo.

Peristiwa bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katerdal Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pelaku datang ke gereja menggunakan sepeda motor matik dengan nomor polisi DD 5894 MD.

Akibat peristiwa tersebut, kedua pelaku meninggal dunia di tempat. Sedangkan masyarakat sipil juga mengalami luka.

Hingga kini, korban yang masih dirawat di rumah sakit berjumlah 15 orang. 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.

"Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang, 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan," kata Argo.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US