The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kenangan Penemu AIDS Pertama: Mirip Kala COVID-19 Masuk Sini, Pemerintah Juga Menyanggah
Kolase Prof Zubairi Djoerban dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (ANTARA)
News

Kenangan Penemu AIDS Pertama: Mirip Kala COVID-19 Masuk Sini, Pemerintah Juga Menyanggah

Selasa, 01 Desember 2020 23:02 WIB 01 Desember 2020, 23:02 WIB

INDOZONE.ID - Seperti biasanya, 1 Desember diperingati sebagai Hari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sedunia.

AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Namun baru-baru ini, pengakuan mengejutkan disampaikan oleh Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan COVID-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban.

Prof Zubairi Djoerban diketahui merupakan penemu kasus pertama AIDS di Indonesia pada 1983 silam.

Dia pun mengunggah cuitan ke media sosial Twitter untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang diperingati pada hari ini, Senin (1/12/2020).

"Selamat pagi dan selamat hari AIDS. Ini bukan perayaan. Tapi peringatan mengenai pentingnya pencegahan penyebaran human immunodeficiency virus (HIV) dan juga untuk memosisikan ODHA tanpa stigma—agar mereka punya kehidupan layak yang setara dengan manusia lainnya," cuit Prof Zubairi Djoerban melalui akun @ProfesorZubairi.

Menariknya, Prof Zubairi Djoerban teringat pengalamannya saat pertama kali menemukan kasus pertama AIDS di Indonesia.

Saat itu, pemerintah menyangkal temuannya. Sama seperti saat pemerintah membantah adanya COVID-19 di Indonesia beberapa bulan lalu.

"Ketika saya temukan kasus pertama AIDS (1983), Pemerintah saat itu menyangkal. Mereka bilang, orang Indonesia mustahil kena AIDS karena kita negara berbudaya dan agamis. Padahal tak ada hubungannya dengan itu. Situasinya mirip kala Covid-19 masuk sini. Mereka juga menyanggah," tulisnya.

Cuitan Prof Zubairi Djoerban pun menarik perhatian netizen lainnya.

"Sama halnya dgn serangan teroris. Sebelum serangan teroris marak, ada 1 pejabat ditanya soal kemungkinan aksi teroris. Intinya ia menjawab,gak mungkin terjadi karena negara dan org kita agamis," tulis @Blue_oceanan.

"Aku lupa siapa ya itu yg pertama bilang begitu ?? ..malah sengaja memberikan diskon wisata besar2an kpda wisata luar ..tapi saya lupa siapa ya yg bilang," tulis @MIlham79153311.

"Bener prof...sebetulnya bkn mirip, tapi sama persis...bahkan lebih konyol lagi...banyak pembelaan konyol yg di kemukakan, bahkan terkesan jumawa....sekarang sdh kalang kabut... ngak tahu lagi apa yg hrs dilakukan...angka terinveksi naik terus...," tambah @Fredy_Santana01.

Simak cuitan Prof Zubairi Djoerban selengkapnya di bawah ini:

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US