The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Indonesia-Ceko Tingkatkan Kerja Sama Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan
Menteri LHK RI Siti Nurbaya (kiri) bersama Menteri LH Ceko Richard Brubec dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Senin (21/6/2021). (ANTARA/HO-KLHK)
News

Indonesia-Ceko Tingkatkan Kerja Sama Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

Selasa, 22 Juni 2021 15:29 WIB 22 Juni 2021, 15:29 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup Ceko Richard Brabec dalam rangka untuk meningkatkan kerja sama dalam hal perlindungan keanekaragaman hayati dan lingkungan.

Hal tersebut ditandai dengan kedua menteri menandatangani Letter of Intent (LoI) Republik Indonesia-Republik Ceko tentang Perlindungan Lingkungan dan Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan, menurut keterangan resmi KLHK yang diterima di Jakarta, Selasa (22/06).

Dalam pertemuan itu Menteri LHK Siti menegaskan bahwa komitmen pemerintah Indonesia untuk melaksanakan kesepakatan global terkait isu-isu lingkungan, memastikan Indonesia juga menaruh perhatian besar pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah lingkungan, dan mengambil tindakan berbasis ilmiah.

"Komitmen Pemerintah Indonesia dalam agenda pengendalian perubahan iklim tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK 29 persen dengan sumber daya nasional, dan pengurangan emisi hingga 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030," ujar Siti, seperti dilansir Antara.

Indonesia juga telah menyelesaikan semua instrumen REDD+, meliputi Forest Reference Emission Level (FREL), Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), Sistem Registri Nasional (SRN), Safeguard Information System (SIS REDD+) dan penganggarannya. Sehubungan dengan itu, Indonesia telah membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) pada Oktober 2019.

Selain itu, pengelolaan sampah juga turut menjadi prioritas Indonesia dengan diterbitkannya Peraturan Presiden nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah.

Targetnya adalah pengelolaan sampah 100 persen pada 2025, dengan pengurangan sampah 30 persen dan lewat pengelolaan sampah 70 persen.

"Mendukung upaya tersebut, kami juga membatasi penggunaan kantong belanja plastik, sedotan plastik, dan wadah makanan busa plastik sekali pakai di peritel modern dan industri jasa makanan dan minuman. Hingga Oktober 2020, ada 2 provinsi yaitu Bali dan Jakarta, serta 38 kota/kabupaten yang telah menerapkan peraturan larangan penggunaan plastik sekali pakai," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Menteri Lingkungan Hidup Ceko Richard Brabec menyampaikan harapannya untuk peluang dan langkah kerja sama pada berbagai tingkat. Hal itu dibuktikan dengan kedatangan delegasi Ceko yang juga mencakup akademisi, asosiasi serta entitas bisnis khususnya pada industri daur ulang plastik.

"Saya berharap hubungan bilateral Indonesia dan Ceko di bidang kerjasama lingkungan hidup dan kehutanan dapat ditingkatkan agar dapat saling menguntungkan kedua negara," kata Richard.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US