The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketua MPR Temui Wapres Ma'ruf Amin, Bahas Apa?
Ketua MPR RI Bamsoet bertemu dengan Wapres Ma'ruf Amin. (ist)
News

Ketua MPR Temui Wapres Ma'ruf Amin, Bahas Apa?

Ini penjelasannya.

Kamis, 05 Agustus 2021 16:44 WIB 05 Agustus 2021, 16:44 WIB

INDOZONE.ID - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Selasa (3/8/2021) lalu. Adapun yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai upaya pemerintah untuk mempercepat vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan komunitas.

Menurut Bamsoet pihaknya sangat mendukung penuh langkah Presiden Joko Widodo dalam menggenjot vaksinasi nasional agar segera tercipta herd immunity, dengan target pada Agustus ini mencapai 2 juta dosis per hari. Ia optimis herd immunity bisa tercapai dalam tahun ini.
 
“Saya sangat mendukung apa yang telah dikerjakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Arah dan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sangat jelas,” ucap Bamsoet di Jakarta, Kamis (5/8/2021).
 
Bamsoet berujar Wapres menyampaikan bahwa kendala terhambatnya vaksinasi Covid-19 bukan lagi karena masalah haram atau halal vaksin yang diberikan. Melainkan ketakutan warga di-swab sebelum vaksinasi untuk memastikan tidak positif sebelum divaksin.

Namun, sambung Bamsoet, masih ada kekhawatiran warga hasil swab positif, sehingga takut dikucilkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal.

"Terpapar Covid-19 bukanlah aib. Jadi bagi tetangga atapun orang di sekitar lingkungan warga yang terkena Covid-19, tidak perlu sampai mencap negatif orang yang terkena Covid-19. Justru sebagai tetangga, kita wajib memberikan dukungan, baik berupa pemberian sembako dan kebutuhan sehari-hari, maupun dukungan semangat dan doa agar yang bersangkutan bisa segera pulih," tegas Bamsoet.

Bamsoet turut mengutarakan bahwa MPR sangat mendukung penuh pemberian vaksin Covid-19 dosis ke-3 (booster) kepada para tenaga kesehatan (nakes). Sehingga bisa memberikan perlindungan lebih baik bagi nakes.

Mengingat perkembangan Covid-19 yang bermutasi menjadi beberapa varian, serta lonjakan kasus membuat nakes banyak terpapar Covid-19, meski telah menerima dua dosis Sinovac.

BACA JUGA: PAN: Buzzer Masuk dalam Kategori Politikus Ikan Lele, Apa Maksudnya?

"Pemberian booster merupakan penghargaan sekaligus apresiasi negara terhadap para tenaga kesehatan yang telah berjuang di garda terdepan dalam peperangan melawan Covid-19. Mereka gigih menjaga keselamatan nyawa pasien, walaupun dengan risiko tinggi tertular Covid-19 dan nyawa sendiri taruhannya. Kerja keras, jasa, dan pengorbanan yang telah mereka dedikasikan tidak boleh dilupakan oleh negara maupun masyarakat," urainya.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut juga memuji kebijakan gas dan rem yang selalu dikedepankan oleh Presiden Jokowi.

“Tentunya kita harus mengerti bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama, tapi juga masyarakat tidak kehilangan mata pencahariannya. Saya rasa sudah sangat pas, kebijakan gas dan rem untuk situasi di tanah air,” ungkapnya.

Ia menekankan MPR juga mendukung penuh kebijakan pemerintah yang terus memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, baik yang terpapar ataupun terdampak pandemi Covid-19. Secara total, pemerintah telah menyiapkan Rp203,9 triliun untuk program perlindungan sosial dan Rp1,3 triliun untuk insentif perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
 
Program tersebut antara lain terdiri dari Program Keluarga Harapan dengan anggaran Rp37,4 triliun, Kartu Sembako dengan anggaran Rp43,6 triliun, Diskon Listrik dengan anggaran Rp6,9 triliun,

Kemudian Bansos Tunai Non-Jabodetabek dengan anggaran Rp32,4 triliun, Bansos Sembako Jabodetabek dengan anggaran sebesar Rp6,8 triliun, BLT Dana Desa dengan anggaran Rp31,8 triliun, Kartu Pra Kerja dengan anggaran Rp20 triliun, Logistik/Pangan/Sembako dengan anggaran Rp25 triliun.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Utami Evi Riyani
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US