The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Red Notice Tidak Dipublikasikan, Polri Pastikan Pengejaran Harun Masiku Tidak Terganggu
Harun Masiku (photo/Istimewa)
News

Red Notice Tidak Dipublikasikan, Polri Pastikan Pengejaran Harun Masiku Tidak Terganggu

Selasa, 10 Agustus 2021 19:38 WIB 10 Agustus 2021, 19:38 WIB

INDOZONE.ID - Divisi Hubungan Internasional Polri memastikan pengejaran terhadap buronan mantan caleg PDIP Harun Masiku tidak akan terganggu karena "red notice"-nya tidak dipublikasikan untuk umum.

"Jadi tidak usah khawatir walau "red notice" itu tidak di-"publish" untuk umum tetapi dalam sistem I-24/7 (Jaringan Interpol-red) data itu sudah masuk semua, kecil kemungkinan kalau subjek melintas melalui jalur resmi akan lolos, sangat kecil kemungkinan, Interpol semua dunia sudah mendata itu dan sudah meng-"alert" di setiap pintu perbatasan," kata Sekretaris National Central Bureau (NCB) Divisi Hubungan Internasional (Hubiter) Polri Brigjen Pol Amur Chandra di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/8) dikutip dari ANTARA.

Permintaan untuk menemukan atau menahan Harun Masiku (red notice-red) telah keluar sejak sebulan yang lalu atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Divisi Hubiter Polri.

Baca juga: Soal Tuntutan 11 Tahun Penjara Juliari Batubara, DPR: Tak Heran Masyarakat Ragu dengan KPK

Divisi Hubiter Polri telah meminta penerbitan "red notice" Harun Masiku kepada Intepol Lyon yang berkedudukan di Prancis.

Menurut Amur, keputusan tidak mempublikasikan "red notice" Harun Masiku dilakukan oleh penyidik KPK dan Polri pada saat gelar perkara.

Alasan tidak dipublikasikannya "red notice" Harun Masiku, kata Amur, adalah untuk percepatan dan kerahasiaan.

"Red notice" itu sudah masuk dalam servernya I-24/7 yang tersebar ke 124 negara, jadi sebenarnya tidak di-'"publish" tidak masalah, karena yang kami inginkan adalah "red notice" itu sudah tersebar ke semua pintu perlintasan semua anggota Interpol," kata Amur.

Jaringan Interpol I-24/7 ini merupakan jaringan komunikasi global INTERPOL yang disebut sebagai Interpol Global Police Communication System (IGCS) yang bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Jaringan ini digunakan sebagai sarana pertukaran informasi antara negara anggota Interpol.

Amur mengatakan NCB Divisi Hubiter Polri sudah menyurati negara-negara tetangga untuk membantu pengejaran dan penangkapan Harun Masiku.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US