Geruduk Kemenkumham, Aksi Massa: Gw Pribumi Priok, Lo Jual Gue Beli
Massa "Aksi #221 Priok Bersatu" mendatangi Kantor Kemenkumham di Jalan Rasunan Said, Jakarta Selatan, menuntut Menteri Hukum dan HAM Yosanna Laoly minta maaf terkait penyataannya yang menyinggung masyarakat, Rabu (22/1/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
News

Geruduk Kemenkumham, Aksi Massa: Gw Pribumi Priok, Lo Jual Gue Beli

Gara-gara ucapan Yasonna

Rabu, 22 Januari 2020 13:27 WIB 22 Januari 2020, 13:27 WIB

INDOZONE.ID - Massa "Aksi Damai 221 Priok Bersatu" mendatangi Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kememkumham) Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Sebuah spanduk bertuliskan Gw Pribumi Priok, Lo Jual Gue Beli mencuri perhatian. Diketahui massa berdatangan mulai pukul 11.30 WIB menggunakan sepeda motor, metromini dan mobil komando. Mereka berkonvoi dari Simpang Mambo menuju Kemenkumham.

Salah satu perwakilan massa yang ditemui di lokasi menyatakan, kedatangan mereka untuk melakukan aksi damai dan tidak untuk membuat kerusuhan.

"Aksi damai bahwa kami punya martabat walau dinyatakan daerah keras, kami membawa aksi damai," kata Bachtiar, salah satu massa aksi mengutip Antara, Rabu (22/1/2020).

Bachtiar tergerak ikut aksi atas panggilan nurami sebagai warga asli Tanjung Priok.

Masyarakat Tanjung Priok yang datang berasal dari wilayah Warakas, Cilincing, Marunda, Ancol dan Sunter. Massa memadati ruas Jalan Rasuna Said dan samping Kantor Kemenkumham.

Massa membawa sejumlah atribut seperti bendera Merah Putih, bendera ormas dan poster-poster. Kedatangan massa aksi dipicu oleh pernyataan Menkumham Yosanna Laoly yang mengatakan kemiskinan adalah sumber t tindakan kriminal.

Yosanna juga membandingkan masyarakat yang tinggal di kawasan elit Menteng dengan Tanjung Priok yang identik dengan wilayah miskin. Bactiar mengatakan, banyak masyarakat Tanjung Priok tidak terima dengan pernyataan Yosanna.

Untuk diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 'Resolusi Pemasyarakatan 2020' Direktorat Pemasyarakatan (Dirjen PAS) di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (16/1) menyampaikan, kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Yasonna mencontohkan bahwa anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elit, akan tumbuh besar dengan cara berbeda.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin," katanya.

"Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak. Tapi coba pergi ke Tanjung Priok, di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna
 

Artikel menarik Lainnya

TAG
Fauzi
Ade Indra
Fauzi

Fauzi

Editor
Ade Indra

Ade Indra

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU