The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

CEK FAKTA: Benarkah Kalung Antivirus yang Dipakai Banyak Artis Ampuh Tangkal Virus Corona?
Kiri: Kalung anti virus yang diklaim bisa menangkal virus corona (Twitter/@AhlulQohwah) / Kanan: Nagita Slavina memakai kalung anti virus (Instagram/@armandmaulana04)
News

CEK FAKTA: Benarkah Kalung Antivirus yang Dipakai Banyak Artis Ampuh Tangkal Virus Corona?

Selasa, 31 Maret 2020 10:48 WIB 31 Maret 2020, 10:48 WIB

INDOZONE.ID - Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat agar tidak terpapar virus corona atau Covid-19. Belakangan, tengah  heboh penggunaan "kalung kesehatan" yang diklaim sebagai antivirus.

Kalung bernama Toamit Virus Shut Out ini disebut bisa menangkal virus corona. Kalung ini diproduksi di Jepang dan telah dijual di beberapa negara di Asia.

Cara penggunaannya sederhana, yaitu hanya digantungkan di leher, maka bakteri dan virus tidak akan bisa menyerang tubuh.

Sejumlah artis Indonesia juga terlihat memakai kalung antivirus tersebut. Mulai dari Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Nia Ramadhani, dan beberapa artis lainnya. Karena itu, masyarakat pun percaya dan ikut membelinya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by armand maulana (@armandmaulana04) on

"ORIGINAL JAPAN 1000% . Produk yang lagi booming di Jepang. Dipakai di leher seperti pakai lanyard / tag, ampuh mengusir virus selama 30 hari. Melindungi virus dari jarak 1-2m . COCOK U/ ANAK” maupun DEWASA," demikian iklan kalung tersebut yang tersebar di aplikasi chat.

Kalung Toamit Virus Shut Out ini disebut mampu melepaskan konsentrasi rendah klorin dioksida, untuk menghilangkan bakteri dan virus dalam jarak 1-2 meter.

Padahal, produk ini sebenarnya berbahaya. Vietnam dan Thailand telah melarang penjualan kalung ini di negaranya. Situs eBay juga sudah melarang produk ini dijual di situsnya.

Amerika Serikat juga sudah melarang penggunaannya karena belum terdanftar dan teruji.

"EPA tidak akan menolerir perusahaan penjual disinfektan ilegal dan yang membuat klaim-klaim kesehatan publik sesat atau palsu selama krisis pandemik seperti sekarang," bunyi pernyataan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat.

Ariane Davison, doktor bidang virologi dan imunologi menyebut bahwa kalung tersebut tidak ampuh melindungi penggunanya dari virus yang menyerang pernapasan. Alih-alih melindungi, kalung itu justru membuat pengguna menderita.

“Alat itu dipakai di sekitar leher, jauh dari mulut dan hidung yang menjadi jalan masuk virus COVID-19. Mendekatkanya ke wajah, malah akan menyebabkan iritasi mata, mengganggu saluran pernapasan, serta membakar kulit, karena bahan aktif klorin dioksida itu sangat korosif." ujarnya.

Senada dengan itu, dokkter Listya Paramita, Sp. KK juga menegaskan bahwa kalung Virus Shut Out tidak bisa menangkal virus corona Covid-19.

Kalung tersebut  mengandung chlorine dioxide yang merupakan salah satu bahan disinfektan. Namun, disinfektan ini tidak ada gunanya jika hanya digantungkan di leher.

"Isinya iya bener disinfektan, tapi ya nggak akan bekerja apa-apa kalau cuman digantungin di leher. Iya benar juga kalau bahan aktifnya bisa menjangkau 1-2 meter, tapi kalau isinya dipeperin ke permukaan sepanjang 1-2 meter juga. Kalau cuma digantung doang ya nggak bisalah," jelasnya di Instagram.

Menurut dia, jika kalung ini memang terbukti ampuh, maka tim medis tidak perlu lagi menggunakan APD berlapis untuk mencegah terpapar virus corona.

Dokter Mita tidak melarang masyarakat membeli kalung tersebut, namun dia mengingatkan agar tidak berharap banyak.

"Jangan nanti gara-gara udah kalungan biru-biru itu lalu kepedean 'aku kebal virus, kan udah pakai kalung biru mahal begini'. Terus nggak menerapkan pola hidup sehat, nggak cuci tangan pakai sabun dan nggak jaga jarak, ya tetap saja masih bisa ketularan virus," jelasnya.

"Di negara lain di banned, di Indonesia laris manis tanjung kimpul karena kita terbiasa nggumunan, dan tentu saja FOMO. Oh si artis itu pake, aku juga pake ah...ya boleh aja sih beli, tapi ya gak usah mengharapkan apa-apa dari benda kalung so called "virus shout out ini" buat hiasan doang ya bolehlah..." jelasnya.

Pakar kesehatan lain, Profesor virologi dan imunologi di Universitas Southampton, Inggris, William Keevil, menegaskan bahwa kalung antivirus ini adalah hoax.

“Kandungan pada kalung antivirus itu bisa menyebabkan sensasi mata terbakar hingga pernapasan dan kulit yang iritasi. Ini karena sifatnya yang sangat korosif,” ungkapnya, dilansir dari Telegraph.

Untuk mencegah terinfeksi virus corona, masyarakat diimbau untuk menerapkan social distancing, gaya hidup sehat, rutin membersihkan tangan, dan jika memungkinkan melakukan isolasi diri.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US