Jejak Pemenang Tender Monas Ada di Ciracas, Warga: Tahunya Percetakan!
Indozone temukan nama PT Bahana Prima Nusantara di Ciracas, Rabu (22/1/2020). (INDOZONE/Murti)
News

Jejak Pemenang Tender Monas Ada di Ciracas, Warga: Tahunya Percetakan!

Tahunya percetakan Cahaya 33

Rabu, 22 Januari 2020 14:22 WIB 22 Januari 2020, 14:22 WIB

INDOZONE.ID - Pekan ini nama PT Bahana Prima Nusantara menjadi perbincangan netizen. Pangkalnya, perusahaan ini merupakan pemenang tender revitalisasi Monas dengan nilai mencapai Rp71,3 M. 

Publik bertanya-tanya tentang perusahaan ini. Salah satunya ialah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) lewat seorang kadernya yang juga sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana. 

Ia mempertanyakan kejelasan perusahaan pemenang tender tersebut. Terutama karena alamatnya yang berada di sebuah gang, yakni di Jalan Nusa Indah No. 33 RT 01 RW 07 Ciracas Jakarta Timur, Jakarta Timur- DKI Jakarta.

Menelusuri Jejak PT Bahan Prima Nusantara di Ciracas

Pemenang tender monas
Indozone temukan nama PT Bahana Prima Nusantara di Ciracas, Rabu (22/1/2020). (INDOZONE/Murti)

Indozone mencoba menelusuri keberadaan PT Bahan Prima Nusantara dengan terjun langsung ke lokasi.pada Selasa (21/1/2020) dengan menanyakan alamat PT Bahan Prima Nusantara kepada beberapa warga di sana. 

Tarsa, salah satu warga di Kelurahan Ciracas mengatakan tidak mengetahui adanya perusahaan PT Bahan Prima Nusantara. Ia juga mangaku kaget terkait hal ini. 

"(Alamatnya) iya benar. Kalau di sini enggak ada. Ini gang-gang bisa," kata Tarsa ketika membuka obrolan dengan Indozone.

Tarsa mengungkapkan, warga sekitar sebagain besar hanya mengenal dan tahu sebuah percetakan di kelurahan mereka yang bernama Cahaya 33. Pun, mereka tak tahu betul dan persis apa nama perusahaannya. 

"Kalau di sini cuma ada (percetakan Cahaya 33) doang," ungkapnya. 

Tarsa beberapa kali menyakinkan Reporter Indozone, bahwa alamat yang dituju sudah benar. Lalu ia menyatakan, bahwa di Kelurahan Ciracas, Jalan Nusa Indah No. 33 kebanyakan merupakan pabrik tahu. 

"Ini mah, kompleks pabrik tahu semua," terangnya. 

Dia mengungkapkan dirinya, sudah tinggal di Kelurahan Ciracas sejak tahun 1987. Sehingga ia tahu betul bagaimana proses perkembangan di tempat tinggalnya, termasuk apakah ada atau tidaknya perusahaan bernama PT Bahan Prima Nusantara yang menjadi sorotan publik saat ini. 

"Saya tinggal  di sini dari tahun 1987, udah di sini. Dulu di sini enggak ada apa-apa, kosong, sawah semua," paparnya. 

Selain Tarsa, warga lainnya Widodo juga tak pernah tahu ada perusahaan di bidang konstruksi beralamat di kelurahan tempat tinggalnya. 

"Itu perumahan biasa, rumah biasa," katanya terpisah. 

Menurut Widodo, selama ini Kelurahan Ciracas memang terdapat sejumlah pabrik pengolahan tahu, namun bukan konstruksi. 

Selain tak tahu betul namanya perusahaan PT Bahan Prima Nusantara, ia juga tak tahu alamat tersebut. 

"Kalau masuk, pabrik tahu yang banyak. Saya enggak tahu alamatnya," jelas dia. 

Tentang PT Bahan Prima Nusantara minim nihil informasi yang ketahui warga. Setidaknya ada empat orang warga yang ditanya. Jawabannya serupa, tidak tahu.
 

Nama Perusahaan Tak Diketahui Ketua RT

tender monas
Indozone temukan nama PT Bahana Prima Nusantara di Ciracas, Rabu (22/1/2020). (INDOZONE/Murti)

Guna memastikan keberadaan PT Bahan Prima Nusantara ini, Indozone mencoba menemui Ketua RT Kelurahan Ciracas, Ahmad bin Suganda. 

Setelah tiba di rumah Ketua RT yang berada di sebuah gang kecil, Indozone akhirnya bertemu Ahmad dan menayakan ihwal PT Bahan Prima Nusantara. 

Ahmad mengatakan, sebagai Ketua RT dirinya tidak tahun dan pernah mendengar nama perusahaan yang dimaksud.

Ia dengan cepat dan lugas menyatakan bahwa perusahaan yang memenangi tender proyek senilai 7,3 Miliar itu tidak ada di wilayahnya. 

"Saya kurang tahu," kata Ahmad di ruang tamu rumahnya. 

Ahmad menjelaskan, salama ini dirinya dan warga sekitar hanya mengenal sebuah percetakan di kelurahannya, Cahaya 33. Ini serupa dengan pernyataan warga lainnya, Tarsa dan Widodo. 

Percetakan Cahaya 33 memang ada di Kelurahan Ciracas dan plat namanya tertera pada sebuah tiang di pinggir jalan. Tak jauh dari muka gang Jalan Nusa Indah No. 33.

"Percetakan ini milik Pak Ichwan," katanya. 

Meskipun demikian, Ahmad tak berani menyatakan tegas bahwa alamat perusahaan PT Bahan Prima Nusantara tidak ada di Kelurahan yang dipimpinnya. Sabab, selama menjadi Ketua RT dirinya belum pernah mendapat informasi atau pemberitahuan secara resmi bahwa perusahaan tersebut berkantor di Kelurahan Ciracas. 

Dia juga menyebutkan, di kantor percetakan Cahaya 33 milik Ichwan memang terdapat banyak perusahaan. 

"Kalau diselidiki mungkin ada, karena percetakan ini (Cahaya 33), milik pak Ichwan, di situ banyak nama CV-CV dan PT-PT. Cuma istilahnya ada terdaftar ke sini ada yang enggak," jelasnya. 

"Selama ini warga cuma tahu percetakan Cahaya 33. Achwan itu pemilik Cahaya 33, udah beebrapa tahun di situ," sambungnya. 

Dikatakannya, di Kelurahan Ciracas terdapat kurang lebih 130 kepala keluarga (KK). Warganya bekerja dengan berbagai profesi, mulai karyawan swasta, PNS, pengrajin tahu dan lain-lainn.

Dengan basis data itu, Ahmad yakin betul mengenai seluk beluk Kelurahannya, termasuk keberadaan sebuah perusahaan. 

"Selama ini warga enggak pernah tahu bahaw ada (PT. Bahana Prima Nusantara)," tuturnya. 


Ada Bangunan Bagus Berlantai Dua, Nggak Taunya Percetakan

tender monas di ciracas
Indozone temukan nama PT Bahana Prima Nusantara di Ciracas, Rabu (22/1/2020). (INDOZONE/Murti)

Keberadaan perusahaan PT. Bahana Prima Nusantara masih tak ditemukan hingga malam. Sudah beberapa orang yang ditanya, sebagian dari mereka menunjukkan ke arah sebuah bangunan berlantai dua yang diyakini alamat milik PT. Bahana Prima Nusantara. 

Setiba di jalan beraspal, di sebuah gang kecil tertulis pada pelat nama jalan, yakni Jalan Nusa Indah No. 33. Masuk 50 meter ke dalam kita akan menjumpai kantor percetakan bernama Cahaya 33.

Di gedung berlantai dua itu tidak terlihat aktivitas. Hanya tampak beberapa kendaraan, baik roda dua dan roda empat yang terparkir di depannya. Tidak ada petugas yang bisa dimintai keterangan, namun pintu pagar berwana putih itu masih terbuka. 

"Setahu saya ini tempat percetakan," kata soorang klien perusahaan yang berkantor di gedung Cahaya 33 Printing Solution, yang enggan disebut namanya.

Selain itu, Indozone juga mendapati ada sebuah dinding berlatar cokelat. Di sana bertuliskan beberapa nama perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Mulai percetakan, konsultan, garment, perdagangan, IT, periklanan dan properti, distributor, dan kontraktor. 

Ketemu!

tender monas ciracas
Indozone temukan nama PT Bahana Prima Nusantara di Ciracas, Rabu (22/1/2020). (INDOZONE/Murti)

Nama PT. Bahana Prima Nusantara akhirnya terpampang ada di sana, tepat paling atas berada nomor empat dari kiri. Tidak ada informasi yang bisa diperoleh, hanya ada keterangan "Kontraktor".

Tak puas di situ, Indozone memutuskan meninggalkan gedung tersebut dan mampir ke salah satu warung kopi, tepat di samping kanan masuk gang bertuliskan Jalan Nusa Indah No. 33. Berjarak sekitar 50 meter. 

Pemilik Warung, Aliyudin mengatakan tidak tahu ada perusahaan bernama PT. Bahana Prima Nusantara. 

"Saya enggak pernah dengar namanya perusahaannya, tahunya cuma percetakan Cahaya 33," kata Aliyudin sambil menyodorkan segelas es teh manis kepada pelanggannya.

Aliyudin lebih banyak tahu soal keberadaan percetakan Cahaya 33. Bahkan para pekerjanya kerap mampir ke warungnya dan sering bertegur sapa. 

"Mereka sering di sini. Kalau enggak salah yang punya itu Pak Iwan, apa Ichwan, gitu. Bapak itu sering pantau karyawan di sini (pakai handphone), kan ada CCTV-nya," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Ade Indra
Murti Ali Lingga

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU