The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

31 Pengunjung Reaktif COVID-19 saat Berlibur ke Objek Wisata, Akhirnya Disuruh Pulang
Pengambilan sampel rapid test COVID-19 kepada wisatawan yang sedang berlibur di objek wisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2020). (ANTARA)
News

31 Pengunjung Reaktif COVID-19 saat Berlibur ke Objek Wisata, Akhirnya Disuruh Pulang

Sabtu, 31 Oktober 2020 21:59 WIB 31 Oktober 2020, 21:59 WIB

INDOZONE.ID - Puluhan wisatawan yang datang dari berbagai daerah ke objek wisata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan reaktif COVID-19 berdasar pemeriksaan cepat atau rapid test.

Hal ini diungkapkan Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Pecepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi Andi Rahman.

"Pada masa liburan ini Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membuka beberapa titik rapid test di sekitar objek wisata, untuk melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 kepada wisatawan, sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran virus ini di lokasi wisata," kata Andi dilansir dari ANTARA, Sabtu (31/10/2020).

Dari hasil sementara pemeriksaan cepat COVID-19, ditemukan ada 31 wisatawan yang reaktif. Mereka ditemukan di beberapa titik pelaksanaan rapid test massal baik di lokasi wisata maupun pusat keramaian lainnya antara lain terminal.

Adapun lokasi rapid tersebut untuk di Teminal Cikembar, Kecamatan Cikembar ditemukan 21 wisatawan yang reaktif COVID-19. Kemudian lokasi Puncak Darma, Kecamatan Ciemas ada empat wisatawan yang reaktif.

Selanjutnya di Pantai Citepus, Balai Desa Citepus dan Pantai Palabuhanratu Istana Presiden ada dua wisatawan yang reaktif.

Sedangkan di Pantai Minajaya, Karangbolong dan Karanggantung ada empat wisatawan yang reaktif. Dengan demikian, total wisatawan yang reaktif sebanyak 31 orang.

Dalam upaya antisipasi penyebaran COVID-19 di masa liburan ini, pihaknya melakukan rapid test COVID-19 di sembilan titik dan akan terus berlanjut hingga liburan usai. 

Wisatawan yang kedapatan reaktif sudah diperintahkan untuk kembali ke daerahnya masing-masing untuk melanjutkan pemeriksaan melalui test usap PCR swab.

Namun untuk wisatawan yang berasal dari dalam Kabupaten Sukabumi diperintahkan untuk menjalani isolasi mandiri dan akan dilanjutkan ke pemeriksaan swab, untuk memastikan yang bersangkutan positif COVID-19 atau tidak.

"Rapid test ini tidak hanya diikuti oleh setiap wisatawan, tetapi pengelola objek wisata, pengusaha rumah makan dan lainnya. Sebab pada musim liburan seperti sekarang banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk berwisata di Sukabumi," tambahnya.

Andi yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menargetkan pelaksanaan rapid test massal di masa cuti bersama dan libur akhir pekan ini kepada 2.500 orang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US