Penembak Laskar FPI Meninggal Sejak Januari, Polisi Baru Ungkap Sekarang, Ini Alasannya

- Jumat, 26 Maret 2021 | 18:25 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (Antara)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (Antara)

Bareskrim Polri baru mengungkap kematian satu dari tiga anggota Polda Metro Jaya yang berstatus terlapor dalam kasus "unlawful killing" tewasnya empat anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek pada Kamis (25/3) kemarin.

Dilansir Antara, satu terlapor berinisial EPZ meninggal dunia pada 4 Januari 2021 setelah mengalami kecelakaan tunggal di Tangerang Selatan pada 3 Januari 2021.

Saat ditanya mengapa baru sekarang diungkap kematiannya, sementara Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara dan menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan Rabu (10/3).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan hal itu untuk menjaga akuntabilitas dari pada penyidikan perkara itu sendiri.

"Untuk menjaga akuntabilitas dari pada penyidik-nya itu sendiri, terlapor tetap 3," ucap Rusdi.

Dengan meninggalnya satu terlapor "unlawful killing", Polri akan menghentikan penyidikan untuk terlapor EPZ. Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku pada Pasal 109 KUHAP.

Situasi sama seperti kasus 6 anggota FPI yang telah meninggal dunia ditetapkan sebagai tersangka penyerangan terhadap petugas. Sesuai Pasal 109 ayat (2) huruf C KUHAP penyidikan dihentikan.

Berdasarkan Pasal 109 ayat (2) huruf C KUHAP, bahwa penyidikan dapat dihentikan demi hukum dengan pertimbangan "nebis in idem", tersangka meninggal dunia dan tindak pidana kadaluwarsa.

"Tentunya nanti dalam proses akhir akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku sesuai Pasal 109 KUHAP bahwa penyidikan dapat dihentikan karena beberapa hal antara lain tersangka meninggal dunia dan tindak pidana kadaluwarsa, nanti kalo yang sudah meninggal dunia itu tentunya Pasal 109 KUHAP itu diberlakukan," tutur Rusdi.

Rusdi menegaskan, penyidikan dihentikan untuk terlapor EPZ yang telah meninggal dunia. Untuk dua terlapor lainnya penyidikan tetap berjalan.

"Prosesnya tetap jalan terus, kan masih ada dua terlapor. Dua terlapor jalan terus, yang tidak dilanjutkan yang telah meninggal dunia sesuai Pasal 109," ucap Rusdi.

Komnas HAM pada 8 Januari 2021 telah melaporkan hasil penyelidikan terhadap kematian 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) yang berawal dari pembuntutan terhadap Rizieq Shihab pada 6-7 Desember 2020. Saat itu, anggota Polri mengikuti rombongan tokoh FPI itu bersama para pengawalnya dalam sembilan kendaraan roda empat bergerak dari Sentul ke Karawang.

Hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan bahwa insiden penembakan enam laskar merupakan pelanggaran HAM.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam penembakan enam laskar merupakan "unlawful killing", sebab dilakukan tanpa upaya menghindari jatuhnya korban oleh aparat kepolisian.

Halaman:

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X