The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Impor Garam, Susi: Kalau Lebih Dari 1,7 Juta Ton, Harga Garam Petani akan Hancur
Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti. (photo/Instagram/@susipudjiastuti115)
News

Soal Impor Garam, Susi: Kalau Lebih Dari 1,7 Juta Ton, Harga Garam Petani akan Hancur

Selasa, 23 Maret 2021 12:35 WIB 23 Maret 2021, 12:35 WIB

INDOZONE.ID - Rencana pemerintah Indonesia untuk mengimpor garam mendapat sorotan dari banyak pihak. Salah satunya yang ikut bersuara adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Menurutnya, impor garam sebesar 3 juta ton itu terlalu besar. Padahal garam impor di Indonesia tak boleh lebih dari 1,7 juta ton.

"Garam impor tidak boleh lebih dari 1,7 juta ton. Kalau lebih harga garam petani kita akan hancur lagi please!," tulisnya seperti dilihat INDOZONE dalam akun Twitternya susipudjiastuti, Selasa (23/3).

Susi menambahkan, apabila jumlah impor garam tak lebih dari 1,7 juta ton, maka harga garam petani tak akan anjlok. Seperti yang terjadi pada 2015 hingga awal 2018 lalu, di mana harga haram petani rata-rata di atas Rp1.500 sampai ke Rp2.500.

"Sayang dulu 2018 kewenangan KKP mengatur neraca garam dicabut oleh PP 9," tandasnya.

Sebelumnya, Mendag Lutfi menjelaskan alasan pemerintah melakukan impor garam 3 juta ton tahun ini. Menurutnya, itu bertujuan memenuhi kebutuhan garam industri. Lutfi mengatakan, kualitas garam industri yang diproduksi dalam negeri belum menyamai kualitas garam impor.

"Jadi yang kita bicarakan adalah garam hasil impor untuk kebutuhan industri, di mana garam kita yang dikerjakan PT Garam dan petani garam belum bisa menyamai kualitas garam industri," jelas Mendag dalam acara Weekly Update bersama Menteri Perdagangan, Jumat (19/3).


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Victor Median

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US