The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

AS Kirim Senjata Mematikan ke Ukraina dan Peringatkan Warganya Tidak Datang ke Rusia
Rusia kirim alat tempur S-400 ke perbatasan Ukraina. (Kemenhan Rusia via REUTERS)
News

AS Kirim Senjata Mematikan ke Ukraina dan Peringatkan Warganya Tidak Datang ke Rusia

Rusia kirim ribuan pasukan ke perbatasan Ukraina

Senin, 24 Januari 2022 13:51 WIB 24 Januari 2022, 13:51 WIB

INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan senjata mematikan ke Ukraina serta memperingatkan warganya untuk tidak datang ke Rusia.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan warga AS untuk tidak melakukan perjalanan ke Rusia karena ketegangan yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan dengan Ukraina.

Deplu AS juga mengeluarkan peringatan lebih lanjut tentang konflik dengan Kiev ketika Moskow mengumpulkan pasukan di dekat negara tetangganya, Ukraina.

Departemen Luar Negeri AS kembali mengeluarkan peringatan perjalanannya yang menyebutkan bahwa warga Amerika Serikat tidak boleh melakukan perjalanan ke Rusia.

"Warga AS sangat disarankan untuk tidak bepergian melalui darat dari Rusia ke Ukraina melalui wilayah ini," kata Deplu AS mengutip Reuters via Antara, Senin (24/1/2022).

Otoritas AS juga meminta seluruh warga negara AS agar mempertimbangkan untuk keluar dari Ukraina terkait ancaman aksi militer Rusia.

Departemen Luar Negeri AS mengaku pihaknya mengizinkan kepergian sukarela pegawai yang direkrut langsung oleh AS dan memerintahkan agar anggota keluarga yang memenuhi syarat dari Kedubes AS di Kiev untuk pulang lantaran ancaman lanjutan aksi militer Rusia.

"Warga negara AS di Ukraina sebaiknya kini mempertimbangkan kepulangan dengan menggunakan opsi transportasi pribadi atau komersial," katanya.

Kirim Senjata

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan telah menerima kiriman kedua senjata dari Amerika Serikat sebagai bagian dari bantuan pertahanan senilai 200 juta dolar AS (sekitar Rp2,86 triliun).

Washington menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung Ukraina di tengah pengerahan ratusan ribu pasukan Rusia di perbatasan mereka dengan Rusia.

Rusia menepis tudingan bahwa mereka akan melancarkan serangan militer ke Ukraina.

"Penerbangan kedua di Kiev! Lebih dari 80 ton senjata untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina dari kawan kami di Amerika Serikat! Dan ini bukan akhir," tulis Reznikov di Twitter.

Sekitar 90 ton "bantuan keamanan mematikan", termasuk amunisi, dari paket yang disetujui oleh AS pada Desember lalu telah mendarat di ibu kota Ukraina pada Sabtu (22/1/2022) lalu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Rachmat Fahzry
JOIN US
JOIN US