The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Presiden AS Joe Biden Salah Sebut Nama Warga Ukraina Jadi Iran saat Pidato Kenegaraan
Presiden AS Joe Biden. (Saul Loeb Pool via REUTERS)
News

Presiden AS Joe Biden Salah Sebut Nama Warga Ukraina Jadi Iran saat Pidato Kenegaraan

Sebut kesalahan Putin

Rabu, 02 Maret 2022 15:32 WIB 02 Maret 2022, 15:32 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden salah menyebut nama warga Ukraina menjadi Iran, Rabu (2/3/2022) waktu setempat. Momen itu terjadi saat dia melakukan pidato kenegaraannya untuk mendukung dan membela Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. 

Biden dalam satu isi pidatonya bermaksud mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan pernah memenangkan hati dan pikiran masyarakat Ukraina. Namun, bukan Ukraina yang keluar melainkan warga Iran.

“Putin mungkin mengelilingi Kiev dengan tank, tetapi dia tidak akan pernah mendapatkan hati dan jiwa rakyat Iran,” kata Biden, diiringi tepukan pelan yang canggung.

"Dia tidak akan pernah, dia tidak akan pernah memadamkan cinta kebebasan mereka," lanjutnya sebelum seseorang berteriak dari kerumunan dilanjutkan tepuk tangan yang membahana.

"Dan dia tidak akan pernah melemahkan tekad kebebasan dunia," kata Biden dalam video pendek yang beredar di media sosial.



Sebut Kesalahan Putin

Joe Biden mengatakan bahwa ekonomi Rusia terguncang akibat kesalahan Vladimir Putin. Dia mengatakan sang presiden Rusia salah memperhitungkan bagaimana berbagai peristiwa akan terjadi akibat invasinya di Ukraina.

"Ekonomi Rusia (kini) terguncang dan Putin sendirian yang disalahkan", kata Biden melansir Reuters.

"Dia pikir dia bisa begitu saja masuk ke Ukraina dan dunia akan terbalik. Dia malah bertemu dengan dinding kekuatan yang tak pernah dia bayangkan. Dia bertemu rakyat Ukraina," katanya.

Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Sputnik/Alexey Nikolsky/Kremlin via REUTERS)

Amerika dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi ekonomi dan keuangan yang keras pada Rusia, juga pada Putin secara pribadi dan orang-orang di lingkaran oligarkinya.

Biden mengumumkan bahwa AS akan bergabung dengan negara-negara lain yang telah melarang penerbangan Rusia masuk ke wilayah udara mereka.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Rachmat Fahzry
JOIN US
JOIN US