The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Balai Besar TNBTS Minta Masyarakat Waspada Usai Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru meninggalkan awan asap tebal berwarna abu-abu (photo/Twitter/@dinrayaujazla)
News

Balai Besar TNBTS Minta Masyarakat Waspada Usai Erupsi Gunung Semeru

Sabtu, 04 Desember 2021 17:52 WIB 04 Desember 2021, 17:52 WIB

INDOZONE.ID - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) meminta masyarakat sekitar untuk waspada setelah adanya peningkatan aktivitas pada Gunung Semeru, yang disertai awan panas guguran dan hujan abu vulkanik.

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat saat dikonfirmasi di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) menyebutkan, berdasarkan laporan sementara, ada awan panas guguran yang meluncur dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

"Ada awan panas guguran, dan masyarakat yang ada di bawah (Gunung Semeru) diminta waspada," kata Sarif dikutip dari ANTARA.

Sarif menambahkan, masyarakat khususnya yang berada di wilayah atau area yang berdekatan dengan aliran sungai, diminta untuk hati-hati dan waspada. Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi dan mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu.

"Untuk masyarakat terutama yang berdekatan dengan sungai, diminta hati-hati dan waspada," kata Sarif.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas yang disertai awan panas guguran dan hujan abu vulkanik, kurang lebih pada pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Stafsus Angkie Sebut Negara Belum Sepenuhnya Ramah pada Penyandang Disabilitas

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kurang lebih pukul 15.20 WIB.

Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat terjadi mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga gelap akibat kabut dari abu vulkanik.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US