The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus Bisnis PCR, Pelapor Luhut-Erick Thohir Diperiksa Polda Metro Hari Ini
Pelapor Lutuh-Erick Thohir, Ketua ProDEM Iwan Sumule (kanan) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

Kasus Bisnis PCR, Pelapor Luhut-Erick Thohir Diperiksa Polda Metro Hari Ini

Senin, 29 November 2021 11:37 WIB 29 November 2021, 11:37 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Majelis Jaringan Aktivis ProDemokrasi (ProDEM), Iwan Sumule hari ini mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa terkait laporan Bisnis PCR. Laporan itu dia buat sendiri dengan melaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri BUMN Erick Thohir.

"Hari ini kami ProDEM hadiri undangan yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya. Kami datang dalam undangan tertulis adalah melakukan klarifikasi terhadap pelaporan yang sudah kami buat," kata Iwan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Dalam pemeriksaan kali ini, Iwan menyebut pihaknya juga membawa bukti-bukti untuk diserahkan ke penyidik. Bukti-bukti tersebut sekaligus memperkuat pelaporan yang dia buat terkait bisnis PCR yang dituding dilakukan oleh Luhut dan Erick.

"Hari ini kami datang tentu akan juga sertai beberapa bahan dan bukti tes PCR akan kami sertakan juga. Itu yang akan kami sampaikan karena undangan soal klarifikasi," beber Iwan.

BACA JUGA: Luhut-Erick Thohir Resmi Dilaporkan Ke Polda Metro Terkait Isu Bisnis PCR

Seperti diketahui, LSM Jaringan Aktivis ProDemokrasi (ProDEM) resmi melaporkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir ke Polda Metro Jaya beberapa waktu yang lalu. Kasus yang dilaporkan sendiri berkaitan dengan dugaan tindakan kolusi dan nepotisme terkait isu bisnis PCR.

Laporan polisi itu sendiri teregister dengan nomor STTLP/B/5734/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya dengan pelapor bernama Iwan Sumule dan terlapor Luhut Binsar serta Erick Thohir.

Pasal yang dilaporkan berkaitan dengan kolusi dan nepotisme Pasal 5 angka 4 junto Pasal 21 dan Pasal 22 UU nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Samsudhuha Wildansyah
JOIN US
JOIN US