The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sebelum Tinggalkan Islam dan Pindah ke Hindu, Sukmawati Suka Datang ke Pura dan Candi
Sukmawati Sukarnoputri (Antara)
News

Sebelum Tinggalkan Islam dan Pindah ke Hindu, Sukmawati Suka Datang ke Pura dan Candi

Sabtu, 23 Oktober 2021 11:17 WIB 23 Oktober 2021, 11:17 WIB

INDOZONE.ID - Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri, atau yang lebih dikenal dengan nama Sukmawati Sukarnoputri, akan meninggalkan agama Islam dan pindah ke agama Hindu

Ritual pindah agamanya akan dilakukan pada Selasa, 26 Oktober 2021 di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.

Hingga artikel ini ditayangkan, Indozone masih mencoba mengonfirmasi langsung alasan Sukmawati pindah agama kepada yang bersangkutan.

Sementara itu, Kepala Sukarno Center di Bali, Arya Wedakarna mengatakan, pindahnya Sukmawati ke agama Hindu merupakan bentuk kepulangannya ke agama neneknya, yakni Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, yang tak lain adalah ibunda dari sang proklamator sekaligus presiden pertama RI, Sukarno.

Sebelum memutuskan "pulang" ke keyakinan leluhurnya, putri Sukarno dari Fatmawati itu diketahui belakangan kerap mengikuti ritual keagamaan Hindu.

Menurut Arya, pihak keluarga, mulai dari anak hingga saudara kandung Sukmawati, termasuk kakaknya, Megawati Soekarnoputri, sudah memberi restu.

"Alasan ibu sukmawati pindah agama adalah ranah pribadi yang mana keputusan ini sudah dipertimbangkan matang-matang," ujar Arya kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Suka Datang ke Pura dan Vihara

Arya, yang mengenal dekat sosok Sukmawati dan sudah mendampinginya selama 20 tahun lebih di PNI dan Soekarno Center, melihat bahwa Sukmawati sudah lama menggandrungi ajaran agama Hindu.

"Saya memang melihat bahwa memang Ibu Sukmawati sudah bertahun-tahun gandrung akan ajaran agama-agama Hindu. Suka datang ke pura, ke candi, vihara sering sharing terkait dengan masalah-masalah kebangsaan dan ini mungkin pengaruh dari ibunda Bung Karno yang juga nenek beliau yaitu Nyoman Rai Srimben asal Buleleng. Jadi kita tahu bahwa ibunda Proklamator kita adalah seorang wanita Hindu, Bali," jelas Arya.

Menurut Arya, keputusan yang diambil Sukmawati merupakan bimbingan dari para leluhurnya. Prosesi pindah agamanya sengaja dilakukan pada tanggal 26 Oktober, bertepatan dengan hari ulang tahun Sukmawati yang ke-70

"Tentunya dengan izin keluarga, tentunya putra-putri beliau, Mas Paundra, Mbak Menur dan juga dari saudara-saudara beliau seperti Ibu Megawati, bapak Guntur Soekarno, Guruh Soekarno dan almarhum ibu Rachmawati Soekarno," ujar Arya.

Sukmawati sendiri merupakan mantan istri almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX, sebelum kemudian menikah dengan Muhammad Hilmy.

Dari Raja Mangkunegara IX, dia melahirkan Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan Gusti Raden Ayu Putri Agung Suniwati. Sedangkan dari Hilmy, ia melahirkan Muhammad Putra Perwira Utama.

"Dan menurut kami, kami di bali sebagai sahabat perjuangan beliau membantu, menyambut baik beliau pulang ke agama hindu, membantu teknis acara sudi wadani dan semoga ini menjadi awal yang baik utuk beliau karena sudah menemukan satu pilihan, tentu ini sebuah sikap Pancasilais dan membuktikan bahwa keluarga Bung Karno memang mengayomi seluruh agama dan keyakinan," Arya menambahkan.

Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US