Ketua MPR Minta BNN Tingkatkan Sinergi Perangi Narkoba
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima kunjungan Kepala BNN Heru Winarko. (Humas BNN)
News

Ketua MPR Minta BNN Tingkatkan Sinergi Perangi Narkoba

Bisa menggandeng BUMN untuk memanfaatkan CSR.

Kamis, 21 November 2019 10:39 WIB 21 November 2019, 10:39 WIB

INDOZONE.ID - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo prihatin dengan teror Narkoba di kalangan generasi muda Indonesia. Ditambah dengan meningkatnya eskalasi peredaran Narkoba di dunia, pria yang akrab disapa Bamsoet ini menginginkan adanya langkah nyata untuk mencegah generasi muda terpapar Narkoba.

Salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai langkah nyata memerangi Narkoba menurutnya, bisa dengan membangun sinergi antara MPR dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk memanfaatkan momen sosialisasi 4 Pilar yang dibarengi sosialisasi pencegahan Narkoba secara simultan.

"Teror Narkoba yang sudah memasuki semua lini, dari mulai anak-anak sampai dewasa, pria dan wanita, tak boleh kita diamkan mengingat di masa kini jenis Narkoba tak hanya sekadar ganja atau sabu. Jenisnya beragam, bahkan ada yang sintesis seperti metamfitamin dan tak diketahui generasi muda sebagai varian Narkoba. Penting sosialisasi yang dilakukan secara simultan," ujar saat menerima Kepala BNN Heru Winarko di ruang kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Lebih jauh politisi Partai Golkar ini pun menyoroti banyaknya varian new psychoactive substances (NPS) yang beredar di kalangan anak muda. Salah satu yang ia soroti adalan tanaman Kratom. Berasal dari Kalimantan, tanaman ini jadi perhatian dunia lantaran efek konsumsinya secara psikoligis dan medis, seperti orang mengonsumsi Narkoba. 

ketua mpr, ketua bnn, bambang soesatyo, heru winarko, bamsoet
(Humas BNN)

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini pun berharap BNN segera mengambil tindakan terkait fenomena tanaman ini. Perlu penanganan terpadu antara BNN dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terkait langkah taktis sebagai subtitusi, mengalihkan lahan Kratom menjadi lahan tanaman produksi lainnya.

"Misalnya mengganti lahan Kratom menjadi lahan kopi ataupun tanaman produksi lainnya. Seperti yang sudah dilakukan BNN di Aceh dengan mengalihfungsikan lahan ganja seluas 13 ribu hektar, menjadi lahan pertanian Jagung, Kopi dan lainnya," papar Bamsoet.

Ditambahkan olehnya, mengingat besarnya jumlah pengguna Narkoba di Indonesia yang mencapai 4,5 juta juwa atau 1,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dan, dari jumlah tersebut 50 persennya merupakan pengguna baru dari kalangan anak-anak muda. 

"BNN harus bergerak cepat, salah satunya dengan menggandeng BUMN untuk memanfaatkan dana CSR (corporate social responsibility) guna sosialisasi pencegahan penyalahan gunaan Narkoba, dimulai dari kalangan rumah tangga," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:
 

TAG
Indozone
Fauzi Iyabu
fauzi

Fauzi

Writer
Fauzi Iyabu

Fauzi Iyabu

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU