Curhatan Dokter Lintas Batas Melihat Korban Perang Suriah Berjatuhan
Ilustrasi jatuh korban perang di Suriah (REUTERS/Khalil Ashawi)
News

Curhatan Dokter Lintas Batas Melihat Korban Perang Suriah Berjatuhan

Kembali berjatuhan.

Jumat, 28 Februari 2020 12:06 WIB 28 Februari 2020, 12:06 WIB

INDOZONE.ID - Serangan membabi buta terhadap wilayah sipil kembali terjadi di Gubernuran Idlib, Suriah, baru-baru ini. Peristiwa tersebut kembali memakan korban. 

Tiga rumah sakit di dekat garis depan yang didukung oleh organisasi kemanusiaan medis Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas menerima 185 pasien terluka dan 18 pasien meninggal.

Dokter Lintas Batas
Proyek Dokter Lintas Batas yang memberikan bantuan kemanusiaan (REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)

Dua rumah sakit yakni Idlib Central dan Mareet Misirin telah membuat rincian awal berdasarkan pendaftaran pasien. Dari data terdapat 66 pasien dengan luka parah atau kritis dan 14 di antaranya adalah anak-anak. Para pasien membutuhkan operasi bedah besar.

Rumah sakit Idlib Central dan Mareet Misirin juga nyaris terkena pemboman atau penembakan. Ada proyektil yang mendarat dalam jarak 100 meter. Empat petugas medis yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Idlib menderita luka ringan akibat ledakan tersebut.

"Melihat situasi ini, entah berapa banyak lagi ibu yang perlu menggendong bayinya sementara bom jatuh di mana-mana? Berapa banyak ayah yang perlu meyakinkan anak-anak mereka dan membuat mereka tertawa, sementara api berkobar di sekitar?” kata Cristian Reynders, Koordinator Proyek Dokter Lintas Batas untuk Suriah barat laut kepada Indozone, Jumat (28/2/2020).

 Dokter Lintas Batas
Proyek Dokter Lintas Batas yang memberikan bantuan kemanusiaan (REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)

Pemboman dan penembakan tanpa pandang bulu di wilayah sipil memang menjadi ciri khas perang Suriah. Pemerintah Suriah harus mematuhi Hukum Humaniter Internasional dan menghormati aturan perang. Harapan para korban terus menurun setiap menit, seperti yang diungkap Cristian. 

"Ada satu hal yang orang-orang di Idlib terus harapkan yakni melestarikan kehidupan manusia. Harapan mereka menurun setiap menit, setiap hari," ujar Cristian.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
M Fadli
Maria Adeline Tiara Putri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU