The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kematian Akibat Virus Corona Lebih dari 100.000, AS Paling Terpukul
Kasus kematian akibat Covid-19 (USA TODAY/ Amy Newman)
News

Kematian Akibat Virus Corona Lebih dari 100.000, AS Paling Terpukul

Kasus tertinggi di dunia

Kamis, 28 Mei 2020 09:47 WIB 28 Mei 2020, 09:47 WIB

INDOZONE.ID - Hanya dalam empat bulan, virus corona telah merenggut lebig dari 100.000 nyawa di Amerika Serikat. Kini Amerika tercatat sebagai negara tertinggi yang paling terdampak oleh Covid-19, baik jumlah infeksi hingga kasus kematian. 

Langkah-langkah seperti menjaga jarak yang dilakukan banyak negara sepertinya tidak berpengaruh signifikan di Amerika. Sejak ditemukan kasus kematian pertama pada 6 Februari 2020, berdasarkan data Worldometers, Kamis (28/5/2020), Amerika mengonfirmasi 1.745.803 kasus positif. 102.107 total kematian dan 490.130 pasien sembuh. 

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Amerika menjadi tonggak sejarah paling suram akibat Covid-19 dengan lebih dari 100.000 kasus kematian. 

Seperti dikutip USA Today, Kamis (28/5/2020), Amerika tengah khawatir bahwa pelonggaran pembatasan itu bakal menghancurkan perekonomian yang mengarah pada gelombang kedua kasus dan penambahan kasus kematian.

USA Today mengonfirmasi ke berbagai ahli termasuk kesehatan masyarakat, pengamat bisnis, pengamat sejarah hingga pengamat industri perhotelan untuk melihat bagaimana era new normal ini dalam 100 hari ke depan. 

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (Towards Data Science)

"Akan ada awal dan akhir. Karena minimnya arahan dari pemerintah federal, itu wewenang negara. Mungkin kasusnya akan terus meluas ke berbagai kota dan negara bagian lainnya," kata Alexander Bay, kepala departemen sejarah di Universitas Chapman. 

Covid19-projections memprediksi tingkat akurasi jumlah kematian di Amerika Serikat akibat Covid-19 sekira 1.000 kasus per hari sampai Juni. Sekira 178.000 kasus kematian juga diprediksi akan terjadi sampai 4 Agustus. 

Sementara itu prediksi lain oleh Institute for Health Metrics and Evaluation menyebutkan angka 132.000 di tanggal yang sama.

"Meskipun jumlah kematian telah menurun hingga awal Juni, tapi karena bagian negara lain mulai membuka pembatasan, kemungkinan jumlah infeksi makin banyak, karena virus membutuhkan waktu inkubasi sampai hasil tesnya keluar. Mungkin efeknya bisa terlihat hingga 3-4 pekan," ungkap Youyang Gu, Ilmuwan yang menggarap proyek Covid19-projections. 

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Desika Pemita
Dinno Baskoro

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US