The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Status Darurat Covid-19, Demonstran di Amerika Cuek dengan Aturan Jam Malam 
Warga memegang spanduk saat berdemo memprotes kematian George Floyd akibat kebrutalan polisi, d Chicago, Illinois, 30 Mei 2020 (VOA)
News

Status Darurat Covid-19, Demonstran di Amerika Cuek dengan Aturan Jam Malam 

Demonstrasi berujung kerusuhan

Senin, 01 Juni 2020 12:37 WIB 01 Juni 2020, 12:37 WIB

INDOZONE.ID - Jam malam yang diberlakukan akibat pandemi virus corona (covid-19) tampaknya diacuhkan para demonstran yang unjuk rasa atas kematian George Floyd. Para demonstran tetap melanjutkan aksi tersebut di enam kota besar yang memicu terjadinya konfrontasi.

Pada Minggu (31/5/2020), Los Angeles, Chicago, Miami, Detroit dan Philadelphia termasuk di antara kota-kota besar yang telah memberlakukan perintah melarang warga turun ke jalan pada malam hari. Polisi yang tengah berusaha menegakkan jam malam tampaknya gagal menghalau aksi para demonstran. 

Sebagaimana dikutip VOA, Senin (1/6/2020), kebakaran, vandalisme, penjarahan dan kekerasan terus terjadi selama lima malam berturut-turut di berbagai lokasi.

Para demonstran berkulit hitam dan putih, menunjukkan kemarahan mereka atas apa yang dikatakannya perlakuan buruk polisi terhadap laki-laki dan perempuan berkulit hitam, serta terhadap rasisme di AS.

Mobil-mobil polisi dan gedung-gedung pemerintah dibakar. Jendela toko-toko dipecahkan. Monumen-monumen di taman-taman dicorat-coret dan dirusak.

Polisi dan tentara Garda Nasional berpakaian anti huru-hara berjaga-jaga menghadapi para demonstran yang pada sebelumnya berlangsung damai. Jumlah demonstran terus bertambah pada Sabtu (30/5/2020). 

Namun ketika malam tiba dan jam malam tidak dipatuhi, sebagian protes berubah menjadi kekerasan, memicu polisi untuk merespons dengan tembakan merica, gas air mata dan peluru karet.

Demonstrasi dimulai di Minneapolis di mana George Floyd, seorang laki-laki berkulit hitam berusia 46 tahun, meninggal setelah diborgol, bertelungkup dan ditindih tengkuk lehernya dengan lutut seorang polisi selama lebih dari 8 menit.

Video yang tersebar luas memperlihatkan Floyd – yang kata polisi diduga hendak menggunakan uang palsu senilai US$20 atau sekira Rp290 ribu untuk belanja. Berulang kali mengatakan dia tidak bisa bernapas, sementara orang-orang di jalan itu meminta polisi untuk melepaskannya.

Polisi yang terlibat didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak berencana tingkat dua empat hari kemudian. Pelaku dan tiga polisi lain yang berada di tempat kejadian tapi tidak melakukan apa-apa, dipecat pada Selasa (26/5) lalu.

Artikel Menarik Lainnnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Dinno Baskoro
JOIN US
JOIN US