The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Terjunkan Mobil  Penanggulangan Bencana
Mobil penanggulangan bencana milik BPBD DKI Jakarta. (Dok. BPBD DKI Jakarta)
News

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Terjunkan Mobil Penanggulangan Bencana

Agar cepat berikan bantuan.

Rabu, 23 Maret 2022 09:29 WIB 23 Maret 2022, 09:29 WIB

INDOZONE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mendistribusikan tujuh mobil jenis pick up sebagai upaya untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, serta mendukung penanggulangan bencana

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji melakukan pendistribusian kendaraan dinas operasional tersebur di Kantor BPBD DKI Jakarta, Gambir Jakarta Pusat. 

”Pendistribusian mobil pada setiap wilayah Kota Administrasi di Jakarta diharapkan menjadi penguatan tambahan Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan bencana, khususnya genangan/banjir dalam saat kondisi cuaca ekstrem," ujar Isnawa Adji dalam keterangannya yang dikutip Rabu, (23/3/2022). 

Adapun, tujuh mobil pick up itu didistribusikan berdasarkan hasil dari pengadaan APBD Tahun Anggaran 2021. Sebanyak 5 mobil akan ditempatkan pada tiap wilayah Kota Administrasi, dan 2 mobil akan dioperasionalkan untuk kebutuhan mobilisasi di tingkat Provinsi. 

Baca Juga: 500 Rumah di Gunungkidul Hancur Diterjang Angin, Warga: Atap Rumah Saya Terbang!

Tak hanya itu, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga telah mendistribusikan sarana pendukung penanggulangan bencana berdasarkan hasil pengadaan pada APBD Tahun Anggaran 2021. 

Diantaranya adalah perahu PE sebanyak 230 unit ring buoy sebanyak 460 unit, senter jinjing sebanyak 1.000 unit, tenda pengungsi sebanyak 70 unit, velbed sebanyak 720 unit, dan bilik isolasi sebanyak 700 unit. 

“Untuk seluruh jajaran TRC BPBD, agar tetap mengacu pada dua indikator dalam penanganan bencana di Jakarta, yaitu tidak ada korban jiwa dan genangan/banjir surut dalam kurun waktu 6 jam setelah hujan reda," terangnya. 

Selain itu, 3 kata kunci utama yakni ‘Siaga, Tanggap, dan Galang’ tetap menjadi acuan dalam penanganan bencana dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan 6M yang berlaku,” tandas Isnawa.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US