The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sepak Terjang Bonaran Situmeang Meninggal Saat Dibui, Pernah Suap Ketua MK Akil Mochtar
Raja Bonaran Situmeang eks Bupati Tapanuli Tengah. (Foto/Antara)
News

Sepak Terjang Bonaran Situmeang Meninggal Saat Dibui, Pernah Suap Ketua MK Akil Mochtar

Jumat, 22 Oktober 2021 17:45 WIB 22 Oktober 2021, 17:45 WIB

INDOZONE.ID - Profil Raja Bonaran Situmeang eks Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara merupakan pengacara top tanah air.

Kini dia dinyatakan meninggal dunia usai terserang stroke saat menjalani statusnya sebagai narapidana di Lapas Klas IIA Sibolga.

Bonaran Situmeang menjalani masa tahanannya usai divonis 5 tahun penjara dalam kasus penipuan seleksi CPNS pada 2019. Sebelumnya, ia dihukum 4 tahun penjara karena menyuap Ketua MK Akil Mochtar.

Siapa sebenaranya Raja Bonaran Situmeang?

Sepak terjang Bonaran Situmeang pernah malang melintang di ibu kota. Bukan sebagai politikus, dia lebih banyak beraktivitas sebagai pengacara.

Bonaran Situmeang eks Bupati Tapanuli Tengah saat digelandang ke mobil tahanan. (Istimewa)
Bonaran Situmeang eks Bupati Tapanuli Tengah saat digelandang ke mobil tahanan. (Istimewa)

Bonaran pernah menjadi pengacara sejumlah klien, salah satu yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah Anggodo Widjojo, tersangka kasus suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang disidik KPK.

Kasus ini adalah salah satu kasus besar yang ditangani KPK kala itu di tahun 2009.

Bonaran adalah penyandang gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sumatera Utara dan Magister Hukum dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Menariknya sebelum menjajal peruntungan di Ibukota, Bonaran pernah bekerja sebagai loper koran karena ekonomi keluarganya tengah terpuruk. Hal itu dilakukannya setelah lulus dari SMP Fatima dan SMA Katolik di Sibolga.

Pria kelahiran 7 Desember 1962 ini pertama kali terjun di dunia politik setelah pada tahun 2011 ikut dalam pilkada Tapanuli Tengah.

Bonaran saat itu berpasangan dengan H. Syukron Jamilan Tanjung. Keduanya diusung partai Partai Golkar, PDIP, dan Hanura.

Pasangan Bonaran dan H. Syukron menang hingga 62 persen suara. Pasangan itu dilantik sebagai Bupati/Wakil Bupati Tapanuli Tengah periode 2011-2016.

Siapa yang mengira Bonaran terlibat kasus pemberian suap kepada eks hakim MK Akil Mochtar saat diciduk KPK. Namun bukan kali ini saja Bonaran berhadapan dengan KPK.

Diketahui Bonaran pernah menjadi pengacara Anggodo Widjojo dalam kasus suap Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang disidik KPK. Kasus ini adalah salah satu kasus besar yang ditangani KPK kala itu di tahun 2009.

Sah-sah saja Bonaran yang memegang lisensi untuk beracara ini membela tersangka korupsi. Nama Bonaran sempat disebut-sebut terlibat langsung dalam perkara ini, yakni ketika Anggodo mencoba untuk menghasut saksi kunci Ari Muladi terkait dengan keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Itu berawal dari Ari Muladi yang pernah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada Juli 2009, di polisi tentang pemberian uang ke pimpinan KPK. Namun, BAP itu kemudian dicabut karena tidak sesuai fakta.

Setelah tensi kasus Anggodo yang memunculkan drama 'cicak vs buaya' menurun, nama Bonaran sempat hilang.

Baru pada 2011, nama dia kembali mencuat setelah dinyatakan memenangi Pilkada Tapanuli Tengah.

Menjadi orang nomor satu di Tapanuli Tengah, nama Bonaran relatif jarang terdengar.

Namun siapa sangka, tertangkapnya Akil Mochtar pada Oktober 2013 lalu, menjadi awal episode reuni Bonaran dengan KPK.

Dari penangkapan Akil, KPK menemukan sejumlah bukti-bukti penerimaan uang dari sejumlah pihak terkait sengketa Pilkada, salah satunya dari pihak Bonaran.

Uang Rp 1,8 miliar diberikan Bonaran kepada Akil lewat perantaran ke rekening CV Ratu Rita Samagat, perusahaan milik Akil.

Bonaran yang sempat dihadirkan di persidangan mengakui ada pembicaraan dengan Akil, namun tidak membahas uang.

Sedangkan majelis hakim yang kemudian menilai Akil bersalah dan menjatuhkan hukuman seumur hidup menyatakan peristiwa penyuapan yang dilakukan Bonaran, benar-benar terjadi.

KPK pun bertindak atas putusan hakim itu. KPK menetapkan tersangka pada Bonaran. Hakim kemudian menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Bonaran karena terbukti menyuap hakim MK Akil Mochtar pada 2015.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US