The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Antisipasi Pemudik Curi Start, Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 Lebih dari Seminggu
Ilustrasi lalu lintas DKI Jakarta. (ANTARA FOTO)
News

Antisipasi Pemudik Curi Start, Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 Lebih dari Seminggu

Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Kamis, 02 Desember 2021 10:12 WIB 02 Desember 2021, 10:12 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengusulkan agar pemerintah dapat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa lebih dari  seminggu. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pemudik yang melakukan curi start sebelum PPKM diberlakukan pada 24 Desember 2021.

“Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada libur Nataru, perlu dilakukan PPKM Level 3 lebih dari seminggu agar tidak ada yang mencuri start mudik, dan betul-betul mengurangi mobilitas masyarakat,” ujar Rahmad kepada Indozone, Kamis (2/12/2021).

Diketahui dalam Inmendagri Nomor 62 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, PPKM Level 3 Nataru berlangsung dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Ia menilai perlu ada upaya yang lebih dalam memperketat pergerakan orang untuk mengurangi risiko lonjakan kasus. Seperti halnya melakukan pembatasan tempat wisata, aktivitas di mal, kemudian larangan mudik dan cuti bagi ASN/PNS hingga pegawai swasta.

Dia menyoroti pergerakan transportasi darat yang relatif susah dikendalikan. Tak hanya angkutan umum, namun juga kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Maka dari itu dia ingin pengawasan terhadap pelaku perjalanan darat dapat lebih maksimal.

“Semoga dengan pemberlakuan ganjil-genap, termasuk di tol, dapat mengurangi pergerakan orang. Perlu juga diawasinya jalur-jalur tikus agar setiap pergerakan orang dapat terdeteksi,” beber Rahmad.

Politisi PDIP ini menekankan pentingnya koordinasi pihak-pihak terkait. Rahmad merinci mulai dari pemangku kebijakan dan aparat, hingga penyelenggara industri perdagangan, industri transportasi, industri hospitality dan pariwisata, pengurus gereja dan panitia Natal, serta pengurus rumah ibadah lainnya.

Meski begitu, Rahmad meminta pemerintah tetap bersiap apabila terjadi lonjakan kasus usai libur Nataru seperti yang telah diprediksi oleh sejumlah pakar. Apalagi dengan adanya varian baru virus Corona, Omicron, yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat dan fasilitas kesehatan harus tetap bersiap dengan segala kemungkinan terburuk. Selain pencegahan, langkah persiapan tetap dibutuhkan agar kita sudah ready bila kondisi pandemi kembali memburuk,” tandas Rahmad.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US